Tuesday, November 10, 2015


PENGARUH INTERNET TERHADAP PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA


Akhir-akhir ini teknologi internet sudah tidak dapat dipisahkan lagi dalam kehidupan sehari-hari. Yang menjadi pertanyaan adalah, Apakah internet berpengaruh negatif atau positif dalam kehidupan remaja? Jawabannya adalah tergantung dari user atau pengguna internet tersebut, karena internet memiliki fungsi positif dan negatif yang melekat pada waktu yang bersamaan. Sama seperti halnya dengan pisau. Efek yang positif, pisau membantu manusia untuk memotong benda-benda yang besar sehingga lebih mudah untuk dibawa, diolah, dsb; namun efek negatifnya dapat digunakan untuk hal-hal berbahaya seperti mengancam jiwa orang lain atau bahkan membunuhnya. 
Dengan atau tanpa disadari, orangtua dan orang dewasa lain di sekitar remaja telah memaparkan internet sejak usia dini. Oleh karena itu adalah sebuah urgensi untuk mengulas tentang dampak positif dan negatif dari pemaparan remaja terhadap internet dari sudut pandang psikologis. Dampak ini akan ditinjau dari beberapa aspek perkembangan sebagai berikut :
  1. Dampak pada perkembangan fisik
  2. Dampak pada perkembangan sosial dan emosi
  3. Dampak pada perkembangan inteligensi
  4. Dampak pada perkembangan moral
A. REMAJA DAN PERKEMBANGANNYA
1. Pengertian Remaja
Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga. 
Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu
            · 12 – 15 tahun
· masa remaja awal, 15 – 18 tahun
· masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun
· masa remaja akhir.

2. Pengertian Perkembangan  
Perkembangan mengandung arti sebagai berikut :
  • Perubahan fungsi psikologis atau perubahan bersifat kualitatif, artinya perubahan dapat dilihat dari kemampuan bertingkah laku lebih matang, baik tingkah laku sosial, emosional, moral maupun intelektual
  • Perubahan itu merupakan proses yang berkesinambungan dan terus-menerus
  • Perubahan yang mengarah kepada pencapaian kematangan dalam segi fisik, sosial emosional, moral dan intelektual
3. Ciri-ciri Khas Remaja yang sedang berkembang
Menurut Blair & Jones, 1964; Ramsey, 1967; Mead, 1970; Dusek, 1977; Besonsky, 1981, sejumlah ciri khas perkembangan remaja adalah sebagai berikut :
  • Remaja mengalami perubahan fisik (pertumbuhan) paling pesat, dibandingkan dengan periode perkembangan sebelum maupun sesudahnya
  • Mempunyai energi yang berlimpah secara fisik dan psikis yang mendorong mereka untuk berprestasi dan beraktivitas
  • Perhatian mereka lebih terarah kepada teman sebaya dan secara berangsur melepaskan diri dari keterikatan dengan keluarga
  • Remaja memiliki keterkaitan yang kuat dengan lawan jenis
  • Periode idealis (periode terbentuknya keyakinan tentang kebenaran, keagamaan dan kebijaksanaan)
  • Menunjukkan kemandirian
  • Berada pada periode transisi antara kehidupan masa kanak-kanak dan kehidupan orang dewasa 
  • Pencarian identitas diri.
4. Prinsip-prinsip Perkembangan
  • Prinsip kematangan
  • Prinsip kesatuan organisasi
  • Prinsip tempo dan irama perkembangan
  • Prinsip kesamaan pola
  • Prinsip kontinuitas
5. Pengertian inteligensi, moral, dan emosi
  • Inteligensi adalah kemampuan untuk memperoleh berbagai informasi berpikir abstrak, menalar serta bertindak secara efisien dan efektif
  • Moral merupakan seperangkat aturan yang menyangkut baik atau buruk, pantas atau tidak pantas, benar atau salad yang harus dilaksanakan atau harus dihindari dalam menjalani kehidupan
  • Emosi merupakan suatu reaksi psikologis yang ditampilkan dalam bentuk tingkah laku gembira, bahagia, sedih, berani, takut, muak, haru, cinta, dan sejenisnya.
A.   PENGERTIAN INTERNET 

Internet merupakan singkatan dari (Interconnected Computer Networks) atau bisa didefinisikan sebagai Jaringan Komputer yang tiada batas yang menjadi penghubung pengguna komputer satu dengan pengguna komputer lainnya serta dapat berhubungan dengan komputer di sebuah wilayah ke wilayah di penjuru dunia, dimana di dalam jaringan tersebut mempunyai berbagai macam informasi serta fasilitas layanan internet browsing atau surfing. Istilah ini lebih dikenal dengan “online” di internet. Pekerjaan ini bisa di ibaratkan seperti kita berjalan-jalan di tempat hiburan sembari melihat-lihat ke toko-toko namun tidak membeli jualan tersebut.

Internet memberikan banyak sekali manfaat, ada yang bisa memberikan manfaat baik dan buruk. Baik bila digunakan untuk pembelajaran informasi dan buruk bila digunakan untuk hal yang berbau pornografi, informasi kekerasan, dan lain-lainnya yang negatif.

B. PENGARUH NEGATIF INTERNET PADA PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA
Beberapa ahli mengungkapkan dampak negatif dari pemaparan internet terhadap remaja sebagai berikut :
1.    Dampak pada perkembangan fisik 

Interaksi remaja dengan internet banyak mengurangi aktivitas gerak karena konsep dari internet adalah memudahkan kehidupan manusia sehingga akan banyak mengurangi dalam bergerak. Saat ini dalam beraktivitas para remaja sudah banyak menggunakan perantara internet. Hal tersebut menyebabkan perkembangan fisik remaja yang terlalu dipapar oleh internet banyak mengalami physical decline. Contohnya problem visual seperti kelelahan mata, sakit kepala bahkan penglihatan kabur karena remaja lebih rentan daripada orang dewasa terhadap cahaya dan radiasi yang dipancarkan dari perangkat internet. Selain itu obesitas juga kasus yang sering terjadi akibat berkurangnya aktivitas fisik. Obesitas pada remaja dapat memicu terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan metabolismE yang akan menggiring terjadinya serangan jantung premature.

2.    Dampak pada perkembangan emosi dan social

Pada remaja, perkembangan emosi tidak lepas dari interaksinya dengan lingkungan sosial. Bila lingkungan sosial yang ada di sekeliling remaja berupa lingkungan sosial yang “virtual” dan tidak pada kenyataannya, maka perkembangan emosi remaja juga cenderung tidak adekuat karena umpan balik dari lingkungan virtual dapat diatur sesuai kehendak individu sedangkan umpanbalik dari lingkungan nyata belum tentu sesuai dengan kehendak individu. Sehingga individu harus mengembangkan keterampilan sosial dan emosi untuk mengatasinya.

Saat ini telah dikembangkan berbagai jejaring sosial yang dapat mendukung terciptanya suatu lingkungan sosial “virtual”. Pada remaja, pengaruh negatif dari jejaring sosial ini dapat dilihat dari beberapa hal sebagai berikut : 

·         Hilangnya privasi. Tidak seperti orang dewasa, remaja banyak yang cenderung mencantumkan identitas real dalam jejaring sosial yang mengakibatkan mereka dapat rentan terhadap hilangnya privasi dan kemungkinan abuse terhadap foto atau video yang kurang “appropriate” yang mereka posting didalam jejaring sosialnya.
Cyber-Bullying. Para remaja belum cukup matang untuk memahami dampak dari informasi yang dimunculkan dalam jejaring sosial sehingga banyak terjadi kasus perkelahian yang dimulai dari komentar atau status namun dianggap ejekan (bullying) melalui jejaring sosial. 
  • Stranger-Danger. Para remaja sering masih kurang “aware” terhadap bahaya dari orang yang tak dikenal atau yang mengenal mereka namun memalsukan identitasnya dalam jejaring sosial. Menurut Pew Research Center, "32% dari remaja online telah dihubungi oleh seseorang yang tidak ada hubungannya dengan mereka dan 7% dari remaja online tersebut mengatakan mereka merasa takut atau tidak nyaman sebagai akibat dari kontak dengan orang yang tak dikenal secara online. Di Indonesia bahkan kasus remaja yang diculik dan kemudian diperkosa oleh orang tak dikenal melalui jejaring sosial sudah banyak terjadi.  
  • Cyber-Stalking. Kejujuran remaja dalam jejaring sosial seperti melakukan posting tentang bagaimana rumah mereka, dimana sekolah mereka, menyebabkan orang asing yang berniat jahat sangat mudah untuk membuntuti dan bahkan membujuk mereka untuk bertemu muka dan akhirnya bisa melakukan tindakan kejahatan kepada merek.
Beberapa Interaksi remaja dengan internet juga dapat berdampak pada perkembangan aspek emosi yang tidak adekuat. Bila internet digunakan tanpa control yang baik, maka akan menyebabkan tingginya resiko untuk menjadi ketergantungan (addiction). Beberapa kondisi emosi yang memungkinkan untuk berkembang menjadi suatu addiction terhadap internet, antara lain :
  • Kecemasan, bila internet digunakan untuk mengalihkan perhatian dari kecemasan maka justru akan beresiko individu untuk tidak mengatasi kecemasannya dan setiap saat mengalihkannya pada komputer yang dapat mengakibatkan kecanduan.
  • Depresi, internet dapat mengalihkan sementara dari depresi (terutama banyak website yang memberikan informasi tentang mengatasi depresi) namun bila digunakan tanpa kontrol justru tanpa disadari akan makin menyebabkan isolasi dari lingkungan yang akan menambah depresi.
Selain aspek emosi yang dapat menimbulkan kecenderungan addiction, internet dapat berdampak pada perilaku kurang sabar pada remaja karena internet cenderung membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah dan instant sehingga secara emosi para remaja menjadi tidak terbiasa untuk bersabar

3.    Dampak pada perkembangan inteligensi 

Beberapa ahli mengulas tentang pengaruh internet dalam perkembangan inteligensi karena internet sudah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah ataupun di lingkungan sekolah. 
Remaja saat ini mungkin menggunakan otak mereka jauh berbeda dengan remaja di generasi sebelumnya. Temuan bisa berarti bahwa teknik pengajaran saat ini dan metode pengujian belum tentu efektif dalam mengestimasi kecerdasan mereka.
Patricia Greenfield menelaah lebih dari 50 studi tentang dampak internet terhadap remaja. Dia menemukan bahwa media seperti internet dapat membatasi beberapa aspek keterampilan mental mereka, tetapi juga membantu meningkatkan mereka dengan cara lain.

Dampak negatif dalam inteligensi dibuktikan oleh Lady Susan Greenfield, ahli syaraf dan profesor farmakologi sinaptik pada Lincoln College, Oxford, dan direktur Royal Institution. Beliau berpendapat bahwa remaja yang menggunakan internet secara berlebihan akan memiliki kecenderungan untuk mengalami hambatan dalam rentang perhatian, kebutuhan melakukan stimulasi secara segera (tidak sabar) , dan "rasa kebingungan dalam identitas." Selain itu internet juga berdampak pada penalaran kritis karena hampir semua informasi telah tersedia sehingga para remaja menjadi kurang terampil dan cenderung untuk berkosentrasi hanya pada satu hal untuk jangka waktu yang lama dan menyulitkan remaja untuk memecahkan masalah yang membutuhkan waktu pendek dan kompleks. 

4.    Dampak pada perkembangan moral 
Dampak dalam perkembangan moral terutama terjadi karena pemaparan pada situs-situs yang banyak mengandung unsur pornografi dan kekerasan. Banyak kasus di Indonesia tentang kekerasan dan kejahatan seksual pada remaja yang baik pelaku maupun korbannya adalah remaja akibat eksposure terhadap situs-situs internet yang tidak dikontrol oleh orangtua maupun orang dewasa lain yang bertanggungjawab terhadap perkembangan remaja di Indonesia.

Dampak negatif dalam perkembangan moral juga dapat terjadi karena adanya kesempatan untuk mengunduh isi situs tanpa ijin. Banyak orangtua yang mengajarkan anak-anaknya untuk tidak mencuri bahkan mungkin memberikan hukuman bila anaknya melakukan tindak pencurian. Namun bila hal tersebut dilakukan dengan perangkat internet (contohnya mengunduh secara illegal baik lagu atau film dengan berbagai cara), maka punishment dari orangtua sering tidak diterapkan. 
Secara umum efek internet terhadap perkembangan moral diulas oleh Susan Willard dari University of Oregon melalui 4 faktor utama yang muncul dalam interaksi remaja dengan internet, yakni : 

a.    Lack of Affective Feedback and Remoteness from Harm. 
Dalam dunia nyata, suatu perilaku memiliki konsekuensi yang akan dirasakan langsung. Misalkan pada saat seorang remaja bertemu remaja lain dan melontarkan komentar “kamu jelek”; maka remaja yang mengejek akan langsung menerima konsekuensi mulai dari jawaban “tidak aku tidak jelek” sampai dengan perlawanan fisik bila remaja yang diejeknya merasa tersinggung. Melalui internet, perilaku negatif seperti diatas tidak akan secara langsung dirasakan dampaknya. Kondisi ini dapat menyebabkan remaja mengembangkan perilaku moral yang tidak adekuat karena konsekuensi dari perilakunya sering tidak dirasakan secara langsung.

b. Reduced Fear of Risk of Detection and Punishment.
 Interaksi melalui internet dapat dilakukan secara anonim atau dengan memalsukan identitas. Hal ini menyebabkan individu dapat menghindar dari hukuman atau tanggungjawab atas suatu perilaku yang dilakukannya. 

c. New Environment Means New Rules.Dunia maya melalui internet tampak seperti sebuah lingkungan baru yang berbeda dengan lingkungan nyata disekitar remaja. Oleh karena itu remaja sering beranggapan bahwa di dunia maya mereka boleh menerapkan aturan baru yang berbeda dengan aturan di dunia nyata yang sering bertentangan dengan dunia nyata seperti saling mengejek dan terkadang membuat lelucon yang tanpa disadari bisa menjadi suatu penghinaan terhadap remaja yang lain.

d. Perceptions of Social Injustice and Corruption. Adanya internet menyebabkan individu yang merasa ketidakadilan merasa berhak untuk memberikan perlawanan melalui internet. Mulai dari perilaku menentang dengan mengemukakan pendapat, hacking sampai dengan membongkar secara umum hal-hal yang dianggap rahasia namun potensial menimbulkan ketidakadilan seperti kasus Wikileaks yang marak akhir-akhir ini. Oleh karena itu individu berpotensi untuk melakukan perlawanan yang dalam dunia nyata membutuhkan suatu aturan-aturan untuk mengemukakan ketidaksetujuannya.

C. PENGARUH POSITIF INTERNET PADA PERKEMBANGAN REMAJA
Disamping berbagai dampak negatif dari internet terhadap perkembangan remaja, ada pula dampak-dampak positif dari internet. Secara umum internet mendorong tumbuhnya “rasa mampu” dan membantu remaja sebagai “alat” untuk memecahkan masalah (problem solving). Selain itu internet juga sangat membantu remaja untuk mendapatkan informasi yang luas. Permainan dengan menggunakan internet berupa perangkat games juga memberikan kesempatan pada remaja untuk mengenal prinsip dasar dalam teamwork dan berbagi serta melatih eye-hand coordination. Namun secara mendetil dapat dijabarkan melalui pengaruhnya terhadap berbagai aspek perkembangan sebagai berikut

1. Dampak pada perkembangan fisik. 
Salah satu dampak bila internet digunakan dengan tepat adalah adanya kemungkinan untuk melakukan aktivitas fisik tanpa dibatasi oleh waktu dan dapat dilakukan di rumah. Seperti game yang menggunakan dancing pad, dapat dilakukan setiap saat diwaktu yang senggang.

Selain itu informasi tentang kesehatan juga memberikan dukungan terhadap gaya hidup yang sehat dan pencegahan terhadap penyakit. Namun manfaat ini tidak langsung bisa didapatkan oleh remaja karena keterbatasan mereka dalam memahami dan menginterpretasikan informasi kesehatan yang didapatkannya. Oleh karena itu sangat dibutuhkan pendampingan dari orang dewasa atau orangtua agar remaja bisa menginterpretasikan informasi yang benar tentang masalah kesehatan yang dapat mendukung perkembangan fisiknya.

2. Dampak pada perkembangan sosial dan emosi 
Banyak remaja mengembangkan sense of power and accomplishment bila mereka mampu menggunakan internet. Bila orang dewasa cenderung melakukan interaksi yang pertamakali dengan internet karena alasan pekerjaan, maka umumnya remaja memulainya karena alasan bermain. Namun dari bermain dapat pula dikembangkan kemampuan kreatif, interaksi yang baik dengan teman yang lain, mengembangkan kemampuan komunikasi, bahkan memperkaya kemampuan berbahasa karena besarnya kemungkinan untuk melakukan kontak dengan remaja dari belahan bumi yang berbeda.

Perkembangan sosial dan emosi yang mungkin didukung oleh adanya jejaring sosial melalui internet adalah :
  1. Relationship building & Cultural Awareness. Situs jejaring sosial jaringan memungkinkan remaja untuk bertemu teman baru dari Negara lain , membantu mereka menjadi lebih duniawi dan peka terhadap perbedaan budaya. Para remaja juga dapat tetap berhubungan atau membina hubungan kembali dengan teman-teman masa lalu mereka yang mungkin sudah tinggal jauh dari lingkungan mereka.
  2. Identity. Para remaja dapat berbagi minat dengan remaja lain, bergabung dengan kelompok, mengembangkan rasa independent, dan bisa terlibat dalam ekspresi diri yang positif dengan mempersonalisasi halaman profil dan berpartisipasi dalam diskusi tentang topik-topik yang menarik perhatian mereka. Hal-hal tersebut sangat dibutuhkan dalam membangun “sense of identity” dalam diri mereka.
  3. Self-Esteem. Berkaitan dengan pembentukan identitas di atas, jaringan sosial dapat membantu membangun harga diri dan meningkatkan kepercayaan diri.
Battling Depression. Adanya dukungan sosial dapat sangat membantu untuk mengatasi depresi terutama pada para remaja. Tamaryn Stevens seorang remaja 17 tahun didiagnosis dengan penyakit ginjal ketika dia berumur 10 tahun dan kemudian menjalani operasi transplantasi. Tamaryn menggunakan jaringan sosial bernama LiveWIRE setiap hari untuk chatting dengan teman online, memposting pemikiran dan bahkan meng-upload puisi ungkapan hatinya. Dia mengatakan LiveWIRE "sangat bermanfaat ... Apalagi bila dalam situasi sosial yang nyata seperti sekolah anda merasa sangat tidak berharga pada hari itu. Anda pulang dan Anda pergi ke LiveWIRE dan ada orang untuk diajak bicara dan itu membuat hari Anda yang jauh lebih baik.

3. Dampak pada perkembangan inteligensi 
Greenfield yang telah menelaah lebih dari 50 penelitian tentang penggunaan internet dalam perkembangan inteligensi remaja, menunjukkan adanya peningkatan dalam visual reasoning. Hal tersebut meliputi bagaimana individu mengindera secara visual dan memprosesnya hingga mencapai suatu kesimpulan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa individu yang mendapatkan pelatihan berupa simulasi melalui komputer akan menunjukkan performa yang lebih baik dalam prakteknya di dunia nyata dibandingkan individu yang tidak melakukan simulasi.

Remaja zaman sekarang juga lebih baik dalam melakukan multitasking dibandingkan generasi sebelumnya. Hal ini tampaknya berkaitan dengan meningkatkan informasi visual yang harus diprosesnya pada saat bersamaan seperti saat mereka berinteraksi dengan internet.

4.Dampak pada perkembangan moral 
Beberapa aksi kemanusiaan dalam menghadapi peristiwa-peristiwa besar seperti bencana alam dapat diakses langsung oleh masyarakat luas, termasuk juga remaja pengguna internet. Aksi tersebut sering memicu tumbuhnya solidaritas untuk merasakan bahkan membantu individu lain yang sedang tertimpa musibah. Hal tersebut dapat mendorong perkembangan moral yang adekuat.

D.KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa efek positif dan negatif yang seolah kontradiktif membuktikan bahwa dampak dari internet sangat tergantung dari penggunanya. Oleh karena itu kunci untuk menyeimbangkan efek positif dan negatif dari internet terhadap remaja adalah justru komunikasi yang efektif antara orangtua dan remaja serta adanya bimbingan yang tepat. Sebuah skenario win-win solution, jika orang tua mengizinkan remaja untuk memaksimalkan manfaat internet sambil meminimalkan sisi negatif dari internet. Para remaja berhak mendapatkan yang terbaik dari apa yang ditawarkan oleh internet, namun orangtua harus strategis dalam membimbing remaja untuk menggunakan internet dalam meningkatkan pengalaman belajar dan menghasilkan efek yang positif.

Internet ada untuk membantu kehidupan manusia. Oleh karena itu semua pihak, sebagai pemerintah, masyarakat, dan media perlu ikut bertanggung jawab menghadapi tantangan kemudahan hidup yang ditawarkan internet di masa depan. Karena hal tersebut akan berpengaruh dalam pembentukan generasi unggul di masa yang akan datang.

Thursday, October 29, 2015


TUGAS JURNAL PSIKOLOGI DAN INTERNET
CHAPTER 1 “The Internet in Context”




NAMA ANGGOTA :
1.       Inayah R. Dayyan (1C514881)
2.       Lailatun Nafillah (15514967)
3.       Melliana Puspa (16514572)
4.       Raden Ilham (18514701)
5.       Yolanda Eka Putri (1C514447)
KELAS : 2PA06



UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS PSIKOLOGI
BAB 1
Hubungan Internet
A.      Perkenalan
Internet telah mengalami perubahan yang sangat signfikan yang pada mulanya dipakai di kalangan dunia bisnis dan masyarakat umum yang bertujuan dalam pertukaran informasi. Beberapa belakangan ini semakin sulit untuk nama fungsi komunikasi di mana email milik kami, web browser, ponsel, MP3 player, dan game internet tidak dapat dilakukan. Bab ini membahas tentang respon individu yang didasari pada peristiwa yang terjadi lebih dari 500 tahun yang lalu, tetapi yang terus membentuk sikap kita untuk berinovasi, keyakinan kami dalam kebebasan individu, dan hubungan yang tidak tenang dengan mesin. Hal ini juga menunjukkan bahwa setiap perspektif yang kritis pada fungsi teknologi internet telah berlangsung di media baru di mana harus disampaikan oleh pemahaman yang jelas tentang komunikasi sejarahnya.
B.      Hubungan Kebersamaan Kami dengan yang Baru
Pada saat ini kemampuan teknologi komunikasi yang terkenal untuk memusatkan perhatian kita bergantung pada motif yang sangat lama di kalangan masyarakat barat. Neil Postman (1985) mengingatkan kita pada program acara TV miliknya, Amusing Ourselves to Death. Ia memperingatkan kita tentang cara media moderan menekankan hadir dalam rangka untuk menyangkal sejarah, keterhubungan, dan sebab-akibat. Ia juga merasa desakan ini pada saat berbahaya pada sirkuit pendek kemampuan kita untuk mengevaluasi baik media ataupun informasi yang disampaikan. Dengan kata lain, dalam teknologi industri “dumbing-down” yang artinya media massa mendorong kita untuk menyerap dan beraksi, tetapi tidak berpikir.
Apakah kita setuju dengan penilaian Postman tetang televisi sebagai penyebab dari pembusukan intelektual dan sosial sebagai efek, kebanyakan ahli di bidang komunikasi sutuju bahwa saat ini telegraf, koran, telefon, radio, televisi, dan internet mempengaruhi cara kita berpikir dan menggunakan itu. Postman menyalahkan psikologi ini, tetapi sejarawan teknologi komunikasi mengakui bahwa jauh dari lingkup teknologi, sekarang ini adalah motif budaya umum yang mendahului televisi setidaknya 500 tahun.
Melihat “sekarang” sebagai nilai positif dan “kemudian” sebagai ketidaksesuaian adalah tema tema penting dari masyarakat Eropa yang ditelusuri kembali ke akhir Abad Pertengahan. Ini bermula pada aliran humanisme pada abad pertengahan, penolakan terhadap model untuk hidup yang dikembangkan oleh Gereja Katolik Roma selama 10 tahun. Humanisme menolak untuk hidup seolah-olah hari ini adalah tidak penting, seolah-olah satu-satunya tujuan manusia harus hidup di akhirat. Dalam melakukannya, mereka membuka pintu untuk mempelajari masyarakat kontemporer.
 Renaissance atau budaya “kelahiran kembali” yang mengikuti pentingnya Abad Pertengahan mengubah cara orang Eropa melihat dunia atau pandangan mereka telah berubah. Dan ketika mereka berfokus pada dunia sekitar mereka, dunia sekarang, mereka memilih untuk melihatnya sebagai keretakan dengan masa lalu. Mereka mulai menghargai dan memikirkan inovasi sebagai kemajuan. 
Ilmu-ilmu baru mencoba untuk menemukan hukum universal yang akan menjelaskan tentang fenomena alam dari dunia yang diamati. Sistem yang baru dan lebih logis dalam pemikiranpun dikembangkan. Cara-cara baru dan lebih alami untuk mendidik anak-anak telah diusulkan. Pada puncak Revolusi Industri, gagasan dari dunia yang lebih baik telah datang untuk dihubungkan dengan inovasi dan pengetahuan.


Membentuk Diri
Ketika humanisme pada abad pertengahan berpendapat pada nilai pengalaman hidup, mereka benar-benar berdebat untuk nilai manusia. Daripada berkonsentrasi pada diskusi teologis yang abstrak, mereka lebih suka mempelajari manusia sebagai bagian dari alam karena mereka percaya bahwa “manusia adalah ukuran dari segala sesuatu.”
Namun dengan kebebasan individu, maka datang tanggung jawab individu. Pada mulanya ini dipahami sebagai tugas spiritual. Tanpa perantara seorang imam, imam yang dibutuhkan untuk mengembangkan hubungan pribadi dengan Tuhan. Humanisme mendorong setial orang untuk mencari kebenaran di mana-mana, bukan hanya dalam teks-teks suci. Metode canggih yang dikembangkan untuk merekam pengamatan dari kedua dunia luar dan umat manusia. Akhirnya, cara ini dapat mengetahui alam dan manusia sebagai bagian dari dunia itu, kemudian disebut dengan metode ilmiah. Sebagai contoh adalah penemuan medis tentang peredaran darah, terutama tentang organ hati sebagai jenis pompa.
Kemudian, seperti saat ini, orang merasa perlu untuk mendefinisikan bagaimana manusia berbeda dengan hewan termasuk bagaimana manusia berbeda dari mesin. Jawabannya adalah manusia hanya satu himpunan bagian. Tentunya hewan tidak memiliki jiwa dan tentunya mesin tidak memiliki percikan yang membuat semacam kesadaran diri. Ketika Rene Descrates menyatakan, “Saya berpikir karena itu saya,” oleh karena itu, kemampuan untuk sadar diri yang mendefinisikan manusia.

Memperdalam Ambivalensi

Dari abad kesembilan belas dan seterusnya, hubungan antara kemajuan, teknologi, dan individu telah menjadi semakin bermasalah. Meskipun kecepatan inovasi teknologi di abad kedua puluh, masyarakat Barat masih cinta dengan ide sekarang  kosakata kita cukup penuh dengan istilah-istilah seperti sebagai terobosan, terobosan, dan terdepan. Sebagai masyarakat, kita masih memperlakukan baru sebagai istirahat dari masa lalu kita masih menyamakannya dengan kemajuan, dan kami masih bertindak seolah-olah kemajuan akan membawa kita dunia yang lebih baik. 
Dalam Roh dari Web: The Age of Informasi dari Telegraph ke Internet, Wade Rowland (1997) menulis bahwa masyarakat yang lebih kompleks, semakin banyak diperlukan itu adalah untuk mengembangkan metode untuk mempertahankan kontrol. mereka mengendalikan orang-orang dalam konteks kepatuhan. Di semua teknologi komunikasi massa kecuali telepon,Internet, dan beberapa bentuk radio, komunikasi ini disusun dalam satu arah, dengan hanya ilusi kontribusi dan kontrol oleh penonton.
Franklin setuju bahwa teknologi dalam teknologi umum dan komunikasi khususnya tidak netral, tapi katalis untuk kontrol. Dia mengklaim bahwa teknologi adalah biasanya diperkenalkan kepada masyarakat umum dalam dua tahap.
•    tahap pertama, teknologi merupakan pilihan bagi orang kaya, spesialis, atau para penggila bertujuan membebaskan pengguna dalam beberapa cara atau membuat mereka pekerjaan / hidup lebih mudah.Pada fase awal ini, pengguna yang telah memilih teknologi merasa gelar yang kuat dari kontrol. Franklin menggunakan pendahuluan dari berbagai teknologi sebagai contoh dari proses ini: mobil, makan malam TV, mesin jahit, formula bayi, dan komputer.
•    Tahap berikutnya dalam pengenalan teknologi baru adalah pengenalan infrastruktur. Sebagai teknologi baru menjadi diterima secara lebih luas, penggunaannya menjadi lebih diperlukan, jika tidak wajib.Pada tahap kedua, orang menjadi "pendukung tawanan dari kedua teknologi dan infrastruktur" (hal. 97). Infrastruktur sendiri, dia menulis, dikembangkan sehingga teknologi yang mudah digunakan dan sehingga orang akan "mengembangkan ketergantungan pada mereka "(hlm. 102). Jalan raya adalah contoh dari infrastruktur yang mendukung ketergantungan pada mobil. 



DAN SEKARANG . . INTERNET

Pengenalan Internet tampaknya mengikuti pola dua-tahap yang diuraikan oleh Ursula Franklin. Ini dikembangkan dalam menanggapi masalah strategis yang diajukan ke think-tank Amerika, Rand Corporation, selama 1960-an. Bagaimana bisa Pemerintah mendapatkan informasi dan menjaga ketertiban di Amerika Serikat setelah nuklir perang jika teknologi komunikasi konvensional hancur? Jawabannya adalah untuk menciptakan sistem jaringan tanpa kontrol pusat, yang begitu berlebihan yang itu tidak akan masalah jika bagian dari itu hancur.
Sebagai respon militer untuk Perang Dingin, teknologi internet adalah lingkup yang pertama dari tentara dan kemudian universitas. Pada tahun 1969, empat universitas dengan Pertahanan Kontrak departemen yang terhubung ke jaringan. Pada 1972, ada 37 node pada jaringan. Karena jumlah pengguna dikalikan, jaringan mulai berubah. Awalnya dirancang sebagai jaringan komputer-sharing, Research Muka Projects Agency, atau ARPANET, telah menjadi ce pos aparat untuk pesan pribadi
dan pusat konferensi bagi para peneliti untuk mendiskusikan pekerjaan mereka dan berkolaborasi pada
proyek. Antusiasme untuk sistem baru ini komunikasi jarak jauh adalah catching. Orang bekerja di waktu luang mereka untuk merancang perangkat lunak yang akan membuat Internet lebih mudah dan lebih cepat untuk digunakan. Karena pengguna awal adalah akademisi, tujuan mereka adalah untuk mengembangkan jaringan gratis dengan berbagi informasi publik. Akhirnya, jaringan menjadi begitu tersumbat dengan traffi c universitas ini bahwa militer dipindahkan ke jaringan baru sendiri.
       Meskipun antusiasme berbakat "amatir," Internet tetap hobi dari filsuf-teknisi dari universitas sampai tahun 1990-an, ketika informasi-nya berbagi dan fungsi komunikatif menarik minat perusahaan
dan kemudian dari masyarakat umum. Sekarang, sebagian besar karyawan tidak lagi punya pilihan dalam apakah mereka menggunakan internet itu adalah suatu kondisi kerja yang mereka gunakan e-mail
dan berbagi fi les. Sebagai warga negara, mahasiswa, dan pelanggan yang mencari layanan dari pemerintah, sekolah, dan perusahaan, mereka semakin diarahkan pertama untuk formulir online
dan sumber daya. Alternatif kertas secara bertahap ditarik. Singkatnya, jika orang tidak berpartisipasi dalam aktivitas online, mereka merasa dikecualikan atau tidak berdaya atau. Setidaknya, dari tanggal. Entah bagaimana, revolusi telah melewati mereka.
Bagaimana kita memahami apa yang telah terjadi kepada kita secara pribadi dan budaya sejak diperkenalkannya internet pada 1990-an? Bagaimana kita menyeimbangkan budaya kita
AC tarik untuk kebaruan Internet terhadap tampaknya tidak pernah berakhir kebaruan hal itu? Tidak ada istirahat dari itu: itu terus berubah. Bagaimana kita mengukur kebebasan individu diklaim Internet terhadap meningkatkan persyaratan eksternal untuk menggunakannya? Apakah kita rela merangkul teknologi yang menawarkan akses tak terbatas ke informasi terorganisir, intim psikologis kontak dengan jutaan orang asing, atau saran kesehatan untuk pecandu teknologi?
Salah satu cara untuk mendapatkan perspektif tentang inovasi teknologi adalah untuk menguji nyakonteks budaya. Adalah lain untuk meninjau cara didokumentasikan di mana pemerintahdan perusahaan memperkenalkan dan teknologi baru yang sah. Cara ketiga adalah untuk menemukan
bagaimana inovasi telah dimasukkan ke dalam bahasa dan kesadaran.Sama seperti jam mekanik menjadi metafora utama untuk zaman modern,Internet tampaknya menunjukkan suatu pegangan yang kuat pada bahasa dan imajinasiusia postmodern.


Mengambil pelajaran dari RADIO

       Kecepatan di mana internet telah berkembang telah kami terkejut. Tapi tidak harus memiliki itu telah semua terjadi sebelumnya, dengan radio. Kita lupa, karena kita terlalu fokus pada sekarang-ness teknologi komputer. Jadi, meskipun Wade Rowland menulis bahwa internet adalah "teknologi tanpa preseden," dia benar-benar mencurahkan enam bab masing-masing untuk radio dan internet, membuat sindiran yang jelas untuk cara paralel mereka telah mempengaruhi kita sebagai individu dan sebagai makhluk sosial. Dengan menggambar perhatian kita pada hubungan historis antara radio dan internet,
       Rowland mencoba untuk memperbaiki efek dari sekarang. Dia berpendapat bahwa ketika kita mempelajari media massa, kita harus memperhatikan masa lalu, atau serius risiko kesalahpahaman peran sosial setiap media baru yang datang. Jika kita melihat internet, kemudian, sebagai dua arah, jarak jauh teknologi komunikasi yang tersedia untuk masyarakat umum, radio menyediakan model pertama fi teknologi bagaimana seperti mempengaruhi society. Tapi ketika kita mempelajari sejarah awal radio (ketika itu benar-benar dua arah media interaktif), kita menemukan sebuah fakta menarik dalam 20 tahun penemuan radio, infrastruktur telah ditetapkan di tempat untuk mengambil kendali dari
tangan orang rata-rata. Ini telah menjadi satu arah teknologi yang kita kenal sekarang. Meskipun adalah membanggakan pengguna internet bahwa mereka telah sejauh ini menolak upaya tersebut oleh pemerintah dan industri dan bahwa, teknologi, kontrol tersebut adalah mustahil, sejarah teknologi komunikasi berpendapat sebaliknya. Seperti Internet, radio mulai sebagai alat komunikasi untuk penggunaan militer yang segera menarik minat dari kedua perdagangan dan amatir antusias yang sangat terlatih. Radio mengurangi usia, ras, dan kelas (tapi tidak gender) 2 untuk satu kation qualifi penting: antusiasme. Sebuah komunitas pengguna radio di seluruh dunia berkembang sangat cepat. Tapi, hampir secepat, gelombang udara menjadi kacau dan penuh sesak, bahkan berbahaya. Dulu ini sulit untuk meminta siapa pun memonopoli eter untuk memberi jalan kepada orang lain. Setiap pengguna merasa ia memiliki hak untuk berbicara sebagai warga dunia radio. Sedangkan Internet awalnya dimaksudkan untuk mempertahankan kontrol pemerintah setelah bencana perang nuklir, radio pada awalnya dimaksudkan sebagai perangkat yang menyelamatkan jiwa setelah bencana di laut. Tetapi penggunaan yang tidak bertanggung jawab dan tidak terkendali itu sering disalahkan atas bencana seperti tenggelamnya Titanic.
       Meskipun kontrol pemerintah terhadap penggunaan radio dua arah, orang-orang biasa
 tetap sangat optimis tentang media baru. Di Amerika Serikat saja 100.000 set terjual pada tahun 1922; tahun depan, setengah juta (Babe, 1989, pp. 69-70). Seperti Internet, radio dirasakan mewakili suara rakyat. Radio menjadi cara utama yang kebanyakan orang menerima berita mereka. Itu hanya metode tercepat transmisi berita untuk jumlah terbesar orang. (Saya mungkin masih yang.) Apa yang lebih, orang percaya berita yang mereka dengar di radio.
                       Gereja mengakui aspek radio dari awal dan cepat untuk menyiarkan khotbah, menunjukkan pendidikan, jam anak-anak, dan musik paduan suara. Untuk hari ini, gereja memiliki jaringan radio yang luas di seluruh dunia dan sekarang sama-sama aktif di Internet. Tapi, meskipun radio mungkin memberikan spiritual kenyamanan untuk beberapa, itu amat mengganggu, bahkan mendebarkan, kepada orang lain. Dalam 1920-an dan 30-an, alam maya radio dilengkapi minat paroki yang kuat di spiritualisme dan dunia lain. Jadi, radio menjadi pendamping alami untuk ouija papan, pemanggilan arwah, dan perdagangan buku besar dalam ilmu fiksi. 9Majalah populer di tahun 1920-an adalah fi lled dengan artikel tentang menakutkan kemungkinan radio. Komentar terdengar sangat kontemporer. Ketika kami meminta diri kita sendiri apakah internet telah menjadi semacam "otak global," kita berpartisipasi dalam paradigma intelektual yang hampir satu abad tua. "Kami bermain di tepi nite infi, "tulis Joseph K. Hart pada tahun 1922." Man memiliki jari-nya pada pemicu dari semesta. Dia tidak mengerti semua yang dia lakukan. Dia bisa mengubah energi aneh longgar. Dia dapat berubah longgar lebih dari dia fi gurasi pada lebih dari ia dapat mengontrol "(hal. 949). Waldemar Kaempffert sama-sama kagum kemungkinan radio: "Anda melihat bintang-bintang dingin overhead, di kekosongan infi nite di sekitar Anda. Hal ini hampir luar biasa bahwa semua kekosongan ini hidup dengan pemikiran manusia dan emosi "(1924, p. 772).
       Radio menghubungkan manusia dengan kosmos. Bagaimana jika ada lainnya suara di luar sana selain kita sendiri? Pada tahun 1919, Marconi sendiri telah mengumumkan bahwa nya operator yang mengambil sinyal yang tidak berasal di bumi. Nicola Tesla dan ilmuwan lain berpikir bahwa sinyal mungkin datang dari Mars. Artikel seperti "Itu Calon Komunikasi dengan Planet lain" (Tesla, 1919) di Current Opini, "Mereka Sinyal Mars Radio" di scientifi c Amerika (1920), dan "Can Kami Radio Pesan ke Mars? "Di Illustrated Dunia (Walker, 1920) memberikan beberapa indikasi bagaimana radio mengubah persepsi tentang hubungan antara manusia dan kosmos. Welles sengaja salah mengartikan ilmu fiksi seolah-olah itu adalah laporan berita.

Pada jaman dulu radio menjadi alat komunikasi yang sangat mudah untuk mendapatkan informasi. Berjalannya waktu alat komunikasi mulai berkembang dan radio mulai di tinggalkan oleh masyarakat. Jaman sekekarang manusia untuk mendapatkan informasi bukan lagi mendengar dari radio,namun kita mendapatkan informasi menggunakan internet. Di internet kita dapat mendapat informasi cepat dan mudah.
Pada jaman sekarang internet sudah seperti kebutuhan manuasia untuk mengakses informasi secara cepat tetepai internet juga terdapat dampak positif dan negatif, tetapi tergantung bagaimana diri kita yang mengendalikannya sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
Pada jaman sekarang mundahnya untuk mengakses informasi dan komunikasi menggunakan internet menjadikan manusia kurang memiliki rasa sosialisasi atau kurang berkomunikasi dengan sesama manusia. Karena sudah asik bermain dengan gaget mereka di sinilah timbul rasa kurang sosialisasi pada sesama manusia.

Dilihat dari sudut pandang teknologi determinisme bahwa teknologi mempengaruhi semua pola aktivitas manusia dan menjadikan perubahan yang sangan penting pada kehidupan manusia. Manusia juga dapat dikatan sebagai ‘’manusia digital’’  karena bertindak, berinteraksi, berkomunikasi menggunakan jaringan teknologi digital. Tetapi kita sendiri yang harus mengendalikan diri terhadap kemajuan teknologi jangan sampai kita dikindalikna oleh teknologi karena juga banyak dampak negatifnya jika kita bergantung pada kemajuan teknologi.