Monday, January 1, 2018

TUGAS SOFTSKILL SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

TUGAS SOFTSKILL
SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
Ayu Bunga N                       (11514866)
Inayah R Dayyan                (1C514881)
Lailatun Nafillah                 (15514967)
4PA06


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017



EDWARD PERSONAL PREFERENCE SCHEDULE
(EPPS)

1.      Sejarah
Tes Edwards Personal Preference Schedule atau yang sering kita sebut dengan tes EPPS ini adalah tes kepribadian yang terdiri atas pilihan-pilihan jawaban yang mencerminkan diri seorang individu.
            Tes EPPS ini telah diterbitkan dalam jangka waktu yang lama oleh The Corporation Psikologis, dan sekarang dikenal dengan Penilaian Harcourt. Pada tahun 2002 hak penerbitan di seluruh dunia dikembalikan pada Harcourt Allen L. Edwards Life Trust. Untuk wilayah Eropa, EPPS diterbitkan oleh Dimensi Test.
            Dikembangkan oleh psikolog dari University of Washington, profesor Allen L. Edwards, Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) adalah pilihan paksa, obyektif, persediaan kepribadian non-proyektif. Target audiens di antara usia 16-85 dan memakan waktu sekitar 45 menit untuk menyelesaikan. Edwards, yang merevolusi penelitian psikologi dengan teknik statistik baru, berasal dari konten pengujian dari teori sistem kebutuhan manusia yang diusulkan oleh Henry Alexander Murray, yang mengukur rating individu dalam lima belas kebutuhan normal atau motif. Dimana terdapat 15 needs yaitu Achievement, Deference, Order, Exhibition, Autonomy, Affiliation, Intraception, Succorance, Dominance, Abasement, Nurturance, Change, Endurance, Heterosexual, Aggression.  
                        Tidak ada batas waktu untuk mengerjakan soal  EPPS, namun subyek di motivasi untuk mengerjakan secepat-cepatnya kurang lebih 40 s/d 60 menit untuk S1 dan 1 s/d 1 ½ jam untuk SMU. Hal ini dilakukan untuk menekan  social desirebility.

2.      Penggunaan dan Tujuan
a.       Penggunaan
1)        EPPS digunakan di bidang industry, klinis dan pendidikan
2)        Dapat digunakan secara individual maupun klasikal
a)        Individual
Testee membaca sendiri instruksi pada buku tes (self inventory).
b)        Klasikal
Tester memberikan instruksi, contoh pengerjaan dan cara menjawab.
3)        Tes EPPS ialah tes kepribadian yang bersifat verbal yaitu bentuk stimulus dan respon testee berupa kata-kata, lisan maupun tulisan
4)        EPPS sudah dirancang sedemikian rupa untuk menghindari jawaban yang mengandung social desirability.
5)        Bentuk tes EPPS adalah forced – choice technique dimana individu dipaksa untuk memilih salah satu item.
6)        Skor-skor dalam tes EPPS bersifat ipsatif artinya skor-skor dalam tes EPPS tidak dapat dibandingkan antar individu, walaupun dengan individu yang memiliki skor yang sama. Hal ini di karenakan, dua individu dengan skor yang sama dapat berbeda dalam skor masing-masing kebutuhan.

b.      Tujuan
Tes ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar motivasi, kebutuhan, dan motif seseorang.

3.      Material test
a.       Terdapat 225 pasang pernyataan, tugas testee adalah memilih diantara dua pernyataan yang dianggap paling sesuai dengan dirinya, bukan menurut dirinya atau masyarakat.
b.      Ada 15 pasang pernyataan yang merupakan pengulangan untuk mendeteksi konsistensi testee.
c.       Waktu pengerjaan normal sekitar 40 sampai 60 menit, namun hal ini tidak mutlak. Bila melibihi waktu normal, bisa dikarenakan banyak pertimbangan, ada konflik, ragu-ragu, sering menunda, lambat dalam bekerja, da nada kecemasan.

d.      Kebutuhan-kebutuhan manusia dalam EPPS
Jenis kebutuhan
Makna
Achievement
Berbuat sebaik mungkin, motivasi kerja
Deference
Menyesuaikan diri terhadap norma masyarakat atau sesuai dengan apa yang diharapkan orang lain kepadanya
Order
Teratur dengan perancangan
Exhibition
Menjadi pusat perhatian, menunjukan diri
Autonomy
Mandiri dalam perhatian, pembuatan keputusan
Affiliation
Berbaik hati, bekerja sama dengan orang lain
Intraception
Empati, memahami perasaan orang lain
Succorance
Mencari bantuan dari orang lain, meminta simpati
Dominance
Memimpin, memerintah, mempengaruhi orang lain
Abasement
Merasa takut dan rendah diri, guilty feeling
Nurturance
Kasih sayang, perhatian kepada sesama manusia
Change
Membuat perubahan atau sesuatu yang berbeda
Endurance
Ketekunan, kegigihan dan keuletan dalam bekerja
Heterosexuality
Bergaul dengan lawan jenis
Aggression
Menyerang atau perlawanan terhadap pendapat yang berbeda




4.      Cara kerja aplikasi






5.      Perbandingan tes EPPS manual dengan berbasis komputer

Tes EPPS Berbasis Komputer merupakan tes yang diselenggarakan dengan menggunakan komputer. Karakteristik dari tes menggunakan komputer ini sebenarnya sama dengan tes EPPS manual yaitu menggunakan satu perangakat tes dengan isi dan panjang tes yang sama. Perbedaannya terletak pada teknik penyampaian butir soal yang tidak lagi meggunakan kertas (paper), baik untuk naskah soal maupun lembar jawaban. Sistem skoring atau koreksi langsung dilakukan oleh komputer. Dan biasanya peserta tes bisa mengerjakan dan melihat butir soal dari nomor pertama sampai dengan terakhir.  Tes EPPS berbasis komputer lebih mudah dan tidak memerlukan alat tulis apapun seperti penggunaan tes EPPS manual.


DAFTAR PUSTAKA


Harianto, F. dkk. (2016). Pandua  resmi tes psikotes. Jakarta Selatan : Kawah Media.

Tim Bintang Psikologi.(2017). TOP update diktat resmi psikotes. Jakarta Selatan : Kawah Media.