Thursday, October 30, 2014

TUGAS INDIVIDU
PSIKOLOGI UMUM
GRANVILLE  STANLEY  HALL



                                Nama : Lailatun Nafillah
                                Kelas  : 1PA15
                                NPM  : 15514967

  
GRANVILLE  STANLEY  HALL (1844-1924)






Stanley Hall, atau  Granville Stanley Hall (lahir 1 Februari 1844, Ashfield, Massachusetts, AS meninggal April 24, 1924, Worcester, Massachusetts), psikolog yang memberikan dorongan awal dan arah bagi pengembangan psikologi di Amerika Serikat. Sering dianggap sebagai pendiri psikologi anak dan psikologi pendidikan, dia juga melakukan banyak untuk mengarahkan ke arus psikologis waktunya ide-ide Charles Darwin, Sigmund Freud, dan lain-lain.


Granville Stanley Hall adalah seorang pionir psikologi Amerika dan pendidik. Bapak Psikologi Remaja ini lahir di Ashfield,. Hall lulus dari Williams College pada 1867. Terinspirasi oleh Principles of Physiological Psychology milik Wilhelm Wundt, ia menerima gelar doktor dalam psikologi di bawah William James di Harvard University, setelah itu ia menghabiskan waktu di Leipzig laboratorium miik Wundt.


Hall adalah maturationist. Maturationists percaya bahwa perilaku sangat dipengaruhi genetic: perilaku matang atau tumbuh, seperti pohon tumbuh, karena berada di bawah control genetik. Filsafat Hall mendidik anak: Jangan khawatir tentang perilaku buruk anak-anak mereka akan tumbuh itu. Konsisten dengan teori maturationist.
Hall pada tahun 1904 menerbitkan sebuah karya asli dalam bidang psikologi yang berfokus pada masa remaja, remaja: Its Psychology and Its Relation untuk Fisiologi, Antropologi, Sosiologi, Sex, Crime, Agama dan Pendidikan, yang banyak dibaca dan dibahas oleh para psikolog, pendidik, dokter medis, lainnya profesional, dan juga oleh orang tua. Fokus pada masa remaja, maka keprihatinan nasional yang berkembang pada awal abad kedua puluh tentang isu-isu feminitas, maskulinitas, pendidikan bersama, dan keprihatinan terhadap informasi yang tepat dan pengalaman bagi para remaja tumbuh menjadi dewasa.
Tahun 1909 Hall mulai The Children's Institute di Clark University. Lembaga ini didirikan dengan tujuan ganda mengumpulkan data mengenai anak-anak, yang pada awalnya Hall berharap akan menciptakan psikologi didasarkan pada prinsip-prinsip genetik dan evolusi (hasil langsung dari kepentingan fungsionalis adaptasi mental) dan menggunakan data tersebut untuk membentuk dasar untuk praktek pendidikan suara. Institut berfungsi baik sebagai laboratorium untuk mengkonfirmasi data ke teori rekapitulasi Hall, dan sebagai program untuk mempromosikan pengajaran dan belajar untuk anak, guru dan orang lain dalam pendidikan. Data yang mengecewakan sehubungan dengan kemampuan mereka untuk mengkonfirmasi posisi teoritis Hall. Oleh karena itu, lembaga ini berfungsi terutama sebagai entitas pendidikan dan menarik minat para pendidik, guru, dan orangtua.
Pada awal abad kedua puluh Hall mengalihkan perhatiannya kepada remaja, sebuah istilah yang diperkenalkan ke digunakan secara luas. Dalam studi yang monumental Remaja (1904), ia menggambarkan suatu periode kekacauan di mana anak naluriah, alam primitif berjuang dengan karakteristik lebih berkembang. Hall berkonsentrasi pada anak laki-laki ketika ia menganalisis tahap kritis fisik, mental, dan perkembangan emosional.
Ide-ide Hall disebarkan secara luas dan mempengaruhi gerakan awal studi anak, terutama karya Kongres Nasional Ibu (kemudian Parent-Teacher Association), didirikan pada 1897 sebagai kelompok nasional pertama yang ditujukan untuk pendidikan orang tua. Hall adalah sering menjadi pembicara pada konvensi organisasi dan menjabat sebagai kepala otoritas ilmiah. Anggota kelompok menjadi peserta dalam penelitian Hall, mengisi kuesioner mendetail tentang perilaku anak-anak mereka dan pidato untuk proyek-proyek penelitian.
Teori naluri perkembangan anak diserang pada 1920-an sebagai orientasi progresif baru dalam ilmu sosial di lingkungan biologi yang menekankan penjelasan tentang pembangunan manusia. Metode penelitian Hall ditantang sebagai tidak ilmiah, impresionis, dan sentimental. ANAK STUDI pemimpin di tahun 1920-an mengadopsi teknik-teknik ilmiah lebih ketat dan pengaruh budaya yang disorot pada perkembangan anak. Pada tahun 1920-an, studi Hall sebagian besar didiskreditkan, meskipun ide-idenya terus mempunyai pengaruh terhadap pandangan pembangunan serta remaja.
Pada tahun 1922, Hall menerbitkan karya terakhir, penuaan, sebuah studi usia tua. Pada saat ini Hall sendiri tidak lagi di Clark University, setelah pensiun sebagai presiden pada tahun 1920, dan berjuang dengan definisi pribadi pensiun dan proses penuaan sebagai titik akhir pembangunan. Dalam buku, Hall menyerukan definisi baru penuaan, bukan sebagai degenerasi, melainkan sebagai tahap pembaruan psikologis dan kreativitas. Pandangan Hall penuaan tidak secara signifikan berbeda dengan pandangan yang dianjurkan oleh para sarjana dan lainnya, seperti dengan orang lain, Hall menjadi korban untuk memahami penuaan yang memegang individu yang bertanggung jawab untuk kesehatan psikologis di usia tua, budaya dan relegating pembangunan penuaan ke peranan kecil.
Minatnya terfokus pada pembangunan masa kanak-kanak dan teori evolusi. Hall juga adalah presiden pertama dari American Psychological Association dan presiden pertama dari Universitas Clark. Ahli sejarah menyebut G. Stanley Hall (1844) sebagai bapak studi ilmiah tentang remaja. Gagasan Hall pertama kali diterbitkan dalam 2 jilid buku berjudul Remaja (Adolescence) pada tahun 1904. Dia berperan penting dalam pengembangan “Educational Psychology”, dan mencoba untuk menentukan efek masa remaja dalam pendidikan. Teori evolusi Darwin dan teori rekapitulai Ernest Haeckel memberi pengaruh yang besar pada karier Hall. Teori ini membantu Hall untuk memeriksa aspek pembangunan masa kanak-kanak untuk mempelajari tentang warisan perilaku.
Hall menanamkan 4 pokok teori yang bekerja bersama untuk mengkonseptulisasikan eksistensi Adolescence sebagai tahapan kehidupan. Teori rekapitulasi Hall menjelaskan bahwa setiap orang pergi/berjalan melalui 2 kesempatan yaitu fisik dan somatic yang diikuti skala evolusi dari pikiran dan badan (Grezlik 1999). Hall menyatakan bahwa penemuan perkembangan natural anak hanya satu tahap ke arah prescription pendidikan dan melewati tahap nature,pendidik harus memutuskan jalan yang seperti apakah yang seharusnya anak pelajari (Hall 1904). Ia memahami nature yang membantu anak dengan berbeda kapasitas, yang wajib berpendidikan di level yang berbeda. Anak, katanya, harus teredukasi sesuai dengan kapasitasnya tetapi tidak melebihi. Dalam diskusi konsep dari “individualization”, Hall berbicara ide baru dalam hal pendidikan menjadi metode yang menyesuaikan variasi individual reflect seperti umur, sex, kemampuan, dan vocational ekspetasi (Ross 1972). Progres perkembangan anak digabungkan dengan contents, skill dan nilai yang harus bersama diajarkan, yang Hall telah mencoba untuk menguraikan apa yang ia pikirkan untuk menjadi “idea school”.
Hall berpendapat bahwa anak remaja lahir dalam kehidupan seksual dan sebab itu umur ini tidak panjang untuk mendapat edukasi. Ia pernah pergi ke suatu Negara bagian yang mempunyai edukasi yang benar yang hanya dapat dimulai dari remaja ketika anak telah siap untuk berhubungan dengan moral issue, kebaikan, cinta, pelayanan kepada orang lain dan memulai untuk memahami sebuah alasan. Selama remaja, Hall berkata, keseimbangan antara kebebasan dan control akan kebutuhan untuk nurture secara naturally melalui proses edukasi.
Teori Nurture yang merupakan pengembangan dari G. Stanley Hall tentang teori Rekapitulasi, menekankan bahwa perubahan-perubahan yang mencirikan siklus kehidupan manusia hari ini, adalah sejajar dengan perubahan-perubahan yang spesies kita lalui selama evolusi. Hall melihat masa remaja sebagai periode transisi dari masa kanak-kanak sampai dewasa. Ia merasa bahwa masa kanak-kanak adalah masa ketika ciri-ciri bawaan manusia yang serupa dengan binatang. Padahal, ia merasa bahwa masa dewasa adalah waktu yang membedakan manusia dari binatang dan mengangkat mereka ke tingkat yang lebih tinggi. Jadi, pada dasarnya teori ini menunjukkan bahwa masa remaja adalah masa transisi dari menjadi hewan-seperti menjadi manusia seperti (beradab). Semacam transisi yang sejajar dengan perubahan evolusioner yang terjadi sebagai manusia berevolusi dari menjadi prasejarah / kera-seperti makhluk, untuk menjadi manusia yang beradab. Karena banyak perubahan dan jumlah besar kesulitan terlibat, Hall masa remaja dianggap sebagai sangat menegangkan dan sulit waktu. Masalah utama dengan teori Hall adalah bahwa ia tidak memiliki pemahaman yang akurat tentang proses evolusi manusia. Hall percaya bahwa hereditas berinteraksi dengan pengaruh lingkungan untuk menentukan perkembangan individu.
Hall menyebutkan adanya empat tahap perkembangan: masa balita (infancy) yang dianggap sebagai masa binatang melata dan berjalan, masa anak (childhood) yang dianggap sebagai masa manusia berburu, masa pemuda (youth) yang dianggap sebagai manusia belum beradab, dan remaja (adolescence) sampai dewasa dianggap sebagai masa manusia beradab .
Menurut Hall, remaja adalah masa antara usia 12 – 23 dan penuh dengan topan dan tekanan. Topan dan tekanan (strom and stress) adalah konsep Hall tentang remaja sebagai masa goncangan yang ditandai dengan konflik dan perubahan suasana hati. Istilah topan dan badai dipinjam oleh Hall dari konsep Sturm und Drang yang dikemukakan oleh penulis Jerman seperti Goethe dan Schiller, yang menulis cerita pendek yang penuh dengan idealisme, komitmen terhadap tujuan, nafsu, perasaan, dan revolusi. Hall menganggap ada kesamaan antara tema yang dikemukakan penulis Jerman tersebut dan perkembangan psikologis remaja. Menurut Hall, pikiran, perasaan, dan tindakan remaja berubah-ubah antara kesombongan dan kerendahan hati, baik dan godaan, kebahagiaan dan kesedihan. Pada suatu saat remaja mungkin bersikap jahat terhadap kawan, tetapi baik pada saat lain. Atau remaja ingin berada sendirian pada suatu waktu, tetapi beberapa waktu kemudian mencari teman.
Karena mereka mereka telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan nasib sendiri, kalau terarah dengan baik maka ia akan menjadi seorang individu yang memiliki rasa tanggungjawab, tetapi kalau tidak terbimbing maka bisa menjadi seorang yang tak memiliki masa depan dengan baik. Pandangan Hall berdampak pada perkembangan sosial dan pendidikan remaja (White, 1985). Hall melihat perkembangan sebagai proses biologis yang mengarahkan perkembangan sosial. Perkembangan biologis pada remaja memungkinkan terjadinya tingkah laku sosial yang lebih kompleks, misalnya berpacaran. Mengenai pendidikan, Hall mengatakan bahwa kemampuan seperti berpikir ilmiah, moralitas, dan budi pekerti seharusnya diajarkan secara intensif setelah umur 15 tahun.
Teori lain yang dikemukakan oleh Hall adalah theory of saltatory development. Beberapa aspek dalam teori ini, banyak diaplikasi khususnya dalam mental traits. Sebagai bukti untuk hipotesis nya perubahan drastis selama masa remaja berlangsung ketika organ seks dan fungsi reproduksi semakin berkembang. Dia menunjukkan bahwa, meskipun remaja menampilkan perbedaan individu yang ekstrim dalam tingkat pertumbuhan, tetapi tipikal remaja menjadi subyek tentang intensitas sentimental dan perasaan religius, kebingungan spiritual dan pengalaman emosional, dan ketertarikan yang fluktuatif sebagai pendekatan menuju dewasa dan tanggung jawab penuh dalam mengatur self-direction.
Hall juga mengatakan bahwa anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang besar akan tumbuh menjadi seseorang yang mementingkan diri sendiri ,mendominasi, mudah cemburu, agresif, egoistik. Menurut Hall, bahwa setiap individu memiliki tingkat terbaik dalam perkembangan kekuatan mentalnya, seperti memori dan berpikir. Jadi jika dalam beberapa taun ini bagian tertentu yang tumbuh baik, maka pada taun berikutnya baian yang lain akan tumbuh.
Akan tetapi, pandangan Hall tentang pendidikan terutama didasarkan pada teori yang sangat spekulatif ketimbang data ilmiah. Walaupun Hall percaya metode sistematik seharusnya digunakan dalam meneliti remaja, usaha penelitiannya didasarkan pada pembentukan kuisioner yang kurang dapat diandalkan.Walaupun kualitas penelitiannya diragukan, Hall adalah tokoh besar dalam bidang remaja. Dialah yang mulai berteori, mensistematisasikan, dan mempertanyakan, lebih dari sekedar berspekulasi dan berfilsafat. Kita berhutang budi pada Hall karena ia telah memulai studi ilmiah tentang perkembangan remaja.

Refrensi :

http://id.wikipedia.org/stanleyhall

Saturday, October 25, 2014

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
 Nama : Lailatun Nafillah
NPM : 15514967
Kelas : 1PA15
Materi : Manusia dan Cinta kasih









Kata pengantar
Puji Syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karuniaNya sehingga kami semua dapat menyelesaikan tugas makalah ‘Manusia dan Cinta Kasih’ dengan baik dan tepat waktu.
Saya berharap makala ini dapat memberikan wawasan untuk  para pembaca mengenai manusia dan cinta kasih. Saya menyadari makalah yang saya buat ini jauh dari kata sempurna maka untuk itu saya membutuhkan saran dan kritik yang membangun. Dengan saran dan kritik yang membangun mungkin untuk kedepannya saya dapat membuat makalah lebih baik lagi. Terima kasih.
Bekasi, 26 oktober 2014

Penyusun











DAFTAR ISI
Kata pengantar
Daftar isi
Bab 1  pendahuluan
A.      Latar Belakang
           Bab 2 pembahasan
A.      Pengertian cinta kasih
B.      Cinta menurut ajaran agama
C.      Kasih sayang
D.     Kemesraan
E.       Pemujaan
F.       Belas kasih
G.     Cinta kasih erotis
            Bab 3 penutup
                 DAFTAR PUSTAKA



BAB I PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Pada hakikatnya sejak manusia dilahirkan, manusia sudah diberikan perasaan oleh Tuhan. Perasaan merupakan kebutuhan manusia yang fundamental.
Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, manusia selalu memiliki perasaan cinta kasih dalam berbagai macam aspek kehidupan. Contoh, cinta kepada keluarga, cinta kepada teman, cinta kepada saudara, cinta kepada suatu pekerjaan, cinta kepada alam, dan lain-lain. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki rasa cinta kasih, kecuali orang yang jiwanya telah menghilang (jiwanya telah mati).
BAB 2 PEMBAHASAN
A.      PENGERTIAN CINTA KASIH
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih. Walaupun cinta kasih memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada syariatNya.

            Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh  Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu: keterikatan. Keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan, sayang dan sebagainya.Makan minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,dan seterusnya.

B.      CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
v  Dalam ajaran agama Islam, terutama yang di jelaskan dalam Al-Qur’an, cinta memiliki beberapa pengertian.
a. Cinta Rahmah, cinta penuh kasih sayang, lembut, rela berkorban dan siap melindungi.
b. Cinta Mawaddah, cinta yang menggebu-gebu atau cinta yang membara.
c. Cinta Mail, cinta yang hanya bersifat sementara, sehingga seseorang tersebut ingin meminta perhatian dari banyak orang hinggal hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Contohnya adalah poligami (ketika kita sedang jatuh cinta kepada yang lebih muda, yang tua (lama) tidak diperhatikan lagi).
d. Cinta Shobwah, cinta yang mendorong perilaku menyimpang tanpa sanggup mengelak (secara tidak sadar dia tidak tahu apa yang telah ia perbuat). Cinta jenis ini sering dikatakan cinta buta.
e. Cinta Kulfah, perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif, meski itu sulit untuk dijalani.
Dalam agama Islam, sebenarnya cinta tidak diperbolehkan, karena belum mukhrim. Karena belum boleh mencintai dan memiliki lawan jenis sebelum menikah. Pacaran pun sebenarnya dilarang. Dalam agama Islam, cinta yang dimaksudkan adalah cinta terhadap Allah S.W.T, cinta terhadap orang tua, cinta terhadap sesama manusia (rasa belas kasih), cinta terhadap semua makhluk ciptaan-Nya.
v  Cinta Menurut Agama Kristen (Protestan & Katholik)
1. Cinta adalah pencipta keindahan terhebat (Tim 2:9-10)
2. Cinta adalah suatu wujud keinginan;dalam niat dan tindakan (1 Yoh 3:18)
3. Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu (1 Kor 13:3)
v  Cinta Menurut Agama Hindu
Cinta adalah perasaan pada kesenangan, kesetiaan, kepuasan terhadap suatu obyek. Sedangkan kasih adalah perasaan cinta yang tulus lascarya terhadap suatu obyek. Obyek dari cinta kasih itu adalah semua ciptaan Sanghyang Widhi Wasa,Tuhan Yang Maha Esa. Ciptaan Tuhan dapat digolongkan dalam tingkatan sesuai eksistensinya atau kemampuannya yaitu:
                                          i.   Eka pramana ialah makhluk hidup yang hanya memiliki satu aspek kemampuan berupa bayu/tenaga/ hidup, seperti tumbuh-tumbuhan.
                                        ii.   Dwi pramana ialah makhluk hidup yang memiliki dua aspek kemampuan berupa bayu dan sabda/bicara, seperti hewan/binatang.
                                      iii.   Tri pramana ialah makhluk hidup yang memiliki tiga aspek kemampuan berupa bayu, sabda dan ide/pikiran, seperti manusia.

v  Cinta menurut agama Budha
Dalam Nikaya Pali, yaitu Dhammapada ada satu bab yang diberi judul Piya Vagga yang berarti kecintaan. Begitu pula dalam Majjhima Nikaya terdapat sutta yang berjudul Piyajatika Sutta yaitu khotbah tentang orang-orang tercinta.
Dalam Bahasa Pali juga ditemukan beberapa istilah cinta, seperti: piya, pema, rati, kama, tanha (jawa trenso), ruci, dan sneha yang memiliki arti: rasa sayang, kesenangan, cinta kasih sayang, kesukaan, nafsu indera (birahi), kemelekatan, dsb, yang terjalin antara dua insan berbeda jenis atau cinta dalam lingkup keluarga.


C.      KASIH SAYANG
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwadarminta adalah perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kehidupan berumah tangga kasih saying merupakan kunci kebahagiaan. Kasih saying merupakan pertumbuhan dari cinta. Pencintaan muda-mudi pada pria dan wanita bila diakhiri dengan perkawinan. Maka di dalam rumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan. Tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
Kasih sayang adalah faktor penting dalam suatu kehidupan. Karena jika kita memiliki cinta namun tidak berdasar pada kasih sayang, maka seseorang tersebut tidak mengerti apa itu cinta yang sesungguhnya, cinta terhadap makhluk ciptaan Tuhan. Maka perasaan cinta harus didasari oleh kasih sayang atau belas kasih.
Kasih saying dasarkomunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua. Pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih saying orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih saying dan perhatian orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Adanya kasih saying ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam macam demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberian cinta kasih ini di bedakan :
·         Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
·         Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
·         Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
·         Orang tua bersufat aktif, si anak bersifat aktif
Asrus Sani dalam sajaknya “Surat dari Ibu” mengungkapkan betapa tulus cinta kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

SURAT DARI IBU
Oleh : Asrul Sani
Pergi ke dunia luas, anakku sayang
pergi ke dunia bebas!
Selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinar daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau
Pergi ke laut lepas, anakku sayang
pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang
dan warna senja belum kemerah-merahan
menutup pintu waktu lampau
Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
dan nakhoda sudah tahu pedoman
boleh engkau datang padaku!
Kembali pulang, anakku sayang
kembali ke balik malam!
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari”

Dalam sajaknya yang lan yaitu “elang laut”, Asrul Sani secara simbolik juga mengungkapkan pengalaman batinnya tentang kasih sayang, tanggung jawab dan pengorbanan yang tulus dari seeor induk elang laut terhadap anak-anaknya, tanpa menghiraukan dirinya.
ELANG LAUT
Ada elang laut terbang
senja hari
antara jingga dan merah
surya hendak turun,
pergi ke sarangnya.
Apakah ia tahu juga,
bahwa panggilan cinta
tiada ditahan kabut
yang menguap pagi hari ?
bunyinya menguak suram
lambat-lambat
mendekat, ke atas runyam
karang putih,
makin nyata.
Sekali ini jemu dan keringat
tiada kan punya daya
tapi topan tiada mau
dan mengembus ke alam luas.
Jatuh elang laut
ke air biru, tenggelam
dan tiada timbul lagi.
Rumahnya di gunung kelabu
akan terus sunyi,
satu-satu akan jatuh membangkai
ke bumi, bayi-bayi kecil tiada
bersuara.
Hanya anjing,
malam hari meraung menyalak bulan
yang melengkung sunyi.
Suaranya melandai
turun ke pantai
Jika segala senyap pula,
berkata pemukat tua :
“Anjing meratapi orang mati !”
Elang laut telah
hilang ke lunas kelam
topan tiada bertanya
hendak ke mana dia.
Dan makhluk kecil
yang membangkai di bawah
pohon eru, tiada pula akan
berkata :
“Ibu kami tiada pulang.”

D.     KEMESRAAN
            Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Rendra dalam puisinya “Episode” misalnya, melukiskan betapa kemesraan cinta merasuk kedalam jiwa dua sejoli muda-mudi yang sedang menjalin cinta.

Kami duduk berdua
di bangku halaman rumahnya.
Pohon jambu di halaman rumah itu
berbuah dengan lebatnya
dan kami senang memandangnya.
Angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran.
Tiba-tiba ia bertanya:
”Mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?”
Aku hanya tertawa.
Lalu ia sematkan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku.
Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya

E.       PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti , nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Cinta kepada Rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta,menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman, kesesatan menuju cahaya petunjuk.
F.       BELAS KASIHAN
Belas kasihan adalah emosi manusia yang muncul akibat melihat penderitaan orang lain. Rasa belas kasihan membuat orang-orang merasa iba sehingga ingin menolong atau memberikan sesuatu yang bisa membahagiakan atau meringankan beban orang-orang yang mengalami kesulitan atau musibah.
Belas kasihan juga dilandaskan dengan rasa kasih sayang sesama manusia. Jadi sesama umat manusia kita harus saling tolong menolong untuk meringankan beban setiap orang yang mengalami kesulitan. Sehingga setiap orang dapat merasakan kebahagiaan.
Belas kasihan dapat menimbulkan daya kreatifitas yang berarti orang yang dapat berbuat,berkarya,mencipta,dsb. Kreatifitas itu bisa dalam bentuk seni yaitu seni suara,seni sastra,dll.
G.     CINTA KASIH EROTIS
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, Kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.

DAFTAR PUSTAKA
Wordpress.http://pingkancahya.wordpress.com/2013/10/15/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-cinta-kasih/
Wordpress.http://dewirosdyana.wordpress.com/ilmu-budaya-dasar/bab-3-manusia-dan-cinta-kasih/
Blogspot.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJXxmYwjkbCMLyI6QsOFd0_sHFV6WZXmAfcBmEN3G_i6UuXugeGRPi-08LH9k5TUFxNVkKC7HqJlHy-wGNubgRnIEYHfKtv0GI672IjN5IhykhxaLBm0BS9Ridv9ileFRjJlxet13NUrk/s1600/segitigacinta11.jpg
Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma

http://initulisanfatimah.wordpress.com/2012/10/19/13/

Friday, October 24, 2014

3. BUDAYA DALAM PUISI
3.1 PENDEKATAN KESUSASTRAAN
Seni termasuk sastra memegang peranan yang penting. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Dibandingkan dengan cabang the humanities yang lain, seperti misalnya ilmu bahasa, seni memegang peranan penting, karena nilai nilai kemanusiaan yang di sampaikannya normatif.
Seni dalah ekspresi yang sifatnnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena nonnormatif, nilai nilai yang disampaikannya lebih fleksibel baik isinya maupun cara penyampainnya.
Hampir disetiap jaman , sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alas an pertama, kerana sastra mengunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hamper semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahannya untuk memahami dirinya sendiri. Yang kemudian melahirkan filsafat, manusia menggunakan bahasa. Dalam usahannya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia menggunakan bahasa.
Sastra juga di dukung oleh cerita dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan lebih mudah mengemukakan gagasan dalam bentuk yang tidak normative. Cabang cabang seni yang lain juga dapat menarik tenpa cerita akan tetapi sulit untuk menggungkapkan gagasannya. Dalam music misalnya, kata kata penciptannya tertelan oleh melodinya.
Seni sangat memiliki peranan penting. Sebagai pencipta karya seni juga sangatlah penting meski yang lebih penting adalah karyanya.
 IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dart MKDU. IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahti-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang tennasuk didalam pengetahuan budaya ( The Humanities ), Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Pada waktu menggunakan karya sastra, misalnya. Mahasiswa tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan sebaginya. Memang seperti cabang-cabang the humanities lainnya, dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak diajatkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa, dan sebagainya.


3.2. BUDAYA YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PROSA
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun. Adapun unsur-unsur instrik dalam prosa:
Ø  Tema adalah tentang apa prosa tersebut berbicara
Ø  Amanat atau pesan yaitu nasehat yang hendak disampaikan kepada pembaca
Ø  Plot atau alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita
Ø  Perwatakan atau karakteristik atau penokohan adalah cara-cara pengarang menggambarkan watak pelaku
Ø  Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan diri
Ø  Sudut pandang orang pertama adalah pengarang sebagai pelaku
Ø  Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang tidak menjadi pelaku
Ø  Latar atau seting adalah gambaran atau keterangan mengenai tempat, waktu, situasi atau suasana berlangsungnya peristiwa
Ø  Gaya bahasa adalah corak pemakaian bahasa

Jenis – jenis Prosa
Prosa terbagi menjadi Prosa lama dan prosa baru.
Jenis- jenis Prosa lama :
1.       Dongeng
Dongeng merupakan cerita yang banyak diwarnai peristiwa yang tidak masuk akal atau tidak mungkin terjadi. Contoh: Pangeran Buruk Rupa, Si Kancil dan Buaya
2.       Hikayat
Hikayat adalah cerita karya sastra lama yang berbentuk riwayat yang mengisahkan hal-hal di luar kenyataan yang berkembang di lingkungan istana
Ciri-ciri Hikayat  yaitu :
·   Bersifat istana centris
·   Anonim(nama pengarang tidak di cantumkan)
·   Berkembang secara stetis
·   Bersifat imajinatif,hanya bersifat khayal
·   Lisan,karena di sebarkan lewat mulut ke mulut
·   Berbahasa klise,meniru bahasa penutur sebelumnya
·   Bersifat logis, menggunakan logika sendiri tidak sesuai dengan logika sendiri
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelupur lara
Jenis prosa baru :
1.       Cerita pendek
2.       Roman / novel
3.       Biografi
4.       Kisah
5.       Otobiografi

3.3 NILAI NILAI DALAM PROSA FIKSI
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Berarti rosa mempunyai nilai nilai yang di peroleh pembaca lewat sastra, antara lain :
a.       Prosa fiksi memberikan kesenangan
b.       Prosa fiksi memberikan informasi
c.       Prosa fiksi memberikan warisan kultural
d.       Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat di bagi menjadi dua, yaitu :
*      Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jaman mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki jamannya
*      Karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya, biasanya tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, tetapi merenung.
Contoh prosa :

SERIBU KUNANG-KUNANG DI MANHATTAN
Cerpen : Umar Kayam


Mereka duduk bermalas-malasan di sofa. Marno dengan segelas scotch dan Jane dengan segelas martini. Mereka sama-sama memandang ke luar jendela.
“Bulan itu ungu, Marno.”
“Kau tetap hendak memaksaku untuk percaya itu ?”
“Ya, tentu saja, Kekasihku. Ayolah akui. Itu ungu, bukan?”
“Kalau bulan itu ungu, apa pula warna langit dan mendungnya itu?”
“Oh, aku tidak ambil pusing tentang langit dan mendung. Bulan itu u-ng-u! U-ng-u! Ayolah, bilang, ungu!”
“Kuning keemasan!”
“Setan! Besok aku bawa kau ke dokter mata.”
Marno berdiri, pergi ke dapur untuk menambah air serta es ke dalam gelasnya, lalu dia duduk kembali di sofa di samping Jane. Kepalanya sudah terasa tidak betapa enak.

“Marno, Sayang.”
“Ya, Jane.”
“Bagaimana Alaska sekarang?”
“Alaska? Bagaimana aku tahu. Aku belum pernah ke sana.”
“Maksudku hawanya pada saat ini.”
“Oh, aku kira tidak sedingin seperti biasanya. Bukankah di sana ada summer juga seperti di sini?”
“Mungkin juga. Aku tidak pernah berapa kuat dalam ilmu bumi. Gambaranku tentang Alaska adalah satu padang yang amat l-u-a-s dengan salju, salju dan salju.Lalu di sana-sini rumah-rumah orang Eskimo bergunduk-gunduk seperti es krim panili.”
“Aku kira sebaiknya kau jadi penyair, Jane. Baru sekarang aku mendengar perumpamaan yang begitu puitis. Rumah Eskimo sepeti es krim panili.”
“Tommy, suamiku, bekas suamiku, suamiku, kautahu …. Eh, maukah kau membikinkan aku segelas ….. ah, kau tidak pernah bisa bikin martini. Bukankah kau selalu bingung, martini itu campuran gin dan vermouth atau gin dan bourbon? Oooooh, aku harus bikin sendiri lagi ini …. Uuuuuup ….”
Dengan susah payah Jane berdiri dan dengan berhati-hati berjalan ke dapur. Suara gelas dan botol beradu, terdengar berdentang-dentang.
Dari dapur, “bekas suamiku, kautahu ….. Marno, Darling.”
“Ya, ada apa dengan dia?”
“Aku merasa dia ada di Alaska sekarang.”
Pelan-pelan Jane berjalan kembali ke sofa, kali ini duduknya mepet Marno.
“Di Alaska. Coba bayangkan, di Alaska.”
“Tapi Minggu yang lalu kaubilang dia ada di Texas atau di Kansas. atau mungkin di Arkansas.”
“Aku bilang, aku me-ra-sa Tommy berada di Alaska.”
“Oh.”
“Mungkin juga dia tidak di mana-mana.”
Marno berdiri, berjalan menuju ke radio lalu memutar knopnya. Diputar-putarnya beberapa kali knop itu hingga mengeluarkan campuran suara-suara yang aneh. Potongan-potongan lagu yang tidak tentu serta suara orang yang tercekik-cekik. Kemudian dimatikannya radio itu dan dia duduk kembali di sofa.
“Marno, Manisku.”
“Ya, Jane.”
“Bukankah di Alaska, ya, ada adat menyuguhkan istri kepada tamu?”
“Ya, aku pernah mendengar orang Eskimo dahulu punya adat-istiadat begitu. Tapi aku tidak tahu pasti apakah itu betul atau karangan guru antropologi saja.”
“Aku harap itu betul. Sungguh, Darling, aku serius. Aku harap itu betul.”
“Kenapa?”
“Sebab, seee-bab aku tidak mau Tommy kesepian dan kedinginan di Alaska. Aku tidak maaau.”
“Tetapi bukankah belum tentu Tommy berada di Alaska dan belum tentu pula sekarang Alaska dingin.”
Jane memegang kepala Marno dan dihadapkannya muka Marno ke mukanya. Mata Jane memandang Marno tajam-tajam.
“Tetapi aku tidak mau Tommy kesepian dan kedinginan! Maukah kau?”
Marno diam sebentar. Kemudian ditepuk-tepuknya tangan Jane.
“Sudah tentu tidak, Jane, sudah tentu tidak.”
“Kau anak yang manis, Marno.”
Marno mulai memasang rokok lalu pergi berdiri di dekat jendela. Langit bersih malam itu, kecuali di sekitar bulan. Beberapa awan menggerombol di sekeliling bulan hingga cahaya bulan jadi suram karenanya. Dilongokknannya kepalanya ke bawah dan satu belantara pencakar langit tertidur di bawahnya. Sinar bulan yang lembut itu membuat seakan-akan bangunan-bangunan itu tertidur dalam kedinginan. Rasa senyap dan kosong tiba-tiba terasa merangkak ke dalam tubuhnya.
“Marno.”
“Ya, Jane.”
“Aku ingat Tommy pernah mengirimi aku sebuah boneka Indian yang cantik dari Oklahoma City beberapa tahun yang lalu. Sudahkah aku ceritakan hal ini kepadamu?”
“Aku kira sudah, Jane. Sudah beberapa kali.”
“Oh.”
Jane menghirup martini-nya empat hingga lima kali dengan pelan-pelan. Dia sendiri tidak tahu sudah gelas yang keberapa martini dipegangya itu.
Lagi pula tidak seorang pun yang memedulikan.
“Eh, kau tahu, Marno?”
“Apa?”
“Empire State Building sudah dijual.”
“Ya, aku membaca hal itu di New York Times.”
“Bisakah kau membayangkan punya gedung yang tertinggi di dunia?”
“Tidak. Bisakah kau?”
“Bisa, bisa.”
“Bagaimana?”
“Oh, tak tahulah. Tadi aku kira bisa menemukan pikiran-pikiran yang cabul dan lucu. Tapi sekarang tahulah ….”
Lampu-lampu yang berkelipan di belantara pencakar langit yang kelihatan dari jendela mengingatkan Marno pada ratusan kunang-kunang yang suka bertabur malam-malam di sawah embahnya di desa.
“Oh, kalau saja …..”
“Kalau saja apa, Kekasihku?”
“Kalau saja ada suara jangkrik mengerik dan beberapa katak menyanyi dari luar sana.”
“Lantas?”
“Tidak apa-apa. Itu kan membuat aku lebih senang sedikit.”
“Kau anak desa yang sentimental!”
“Biar!”
Marno terkejut karena kata “biar” itu terdengar keras sekali keluarnya.
“Maaf, Jane. Aku kira scotch yang membuat itu.”
“Tidak, Sayang. Kau merasa tersinggung. Maaf.”
Marno mengangkat bahunya karena dia tidak tahu apa lagi yang mesti diperbuat dengan maaf yang berbalas maaf itu.
Sebuah pesawat jet terdengar mendesau keras lewat di atas bangunan apartemen Jane.
“Jet keparat!”
Jane mengutuk sambil berjalan terhuyung ke dapur. Dari kamar itu Marno mendengar Jane keras-keras membuka kran air. Kemudian dilihatnya Jane kembali, mukanya basah, di tangannya segelas air es.
“Aku merasa segar sedikit.”
Jane merebahkan badannya di sofa, matanya dipejamkan, tapi kakinya disepak-sepakkannya ke atas. Lirih-lirih dia mulai menyanyi : deep blue sea, baby, deep blue sea, deep blue sea, baby, deep blue sea ……
“Pernahkah kau punya keinginan, lebih-lebih dalam musim panas begini, untuk telanjang lalu membiarkan badanmu tenggelam dalaaammm sekali di dasar laut yang teduh itu, tetapi tidak mati dan kau bisa memandang badanmu yang tergeletak itu dari dalam sebuah sampan?”
“He? Oh, maafkan aku kurang menangkap kalimatmu yang panjang itu. Bagaimana lagi, Jane?”
“Oh, lupakan saja. Aku Cuma ngomong saja. Deep blue sea, baby, deep blue, deep blue sea, baby, deep blue sea ….”
“Marno.”
“Ya.”
“Kita belum pernah jalan-jalan ke Central Park Zoo, ya?”
“Belum, tapi kita sudah sering jalan-jalan ke Park-nya.”
“Dalam perkawinan kami yang satu tahun delapan bulan tambah sebelas hari itu, Tommy pernah mengajakku sekali ke Central Park Zoo. Ha, aku ingat kami berdebat di muka kandang kera. Tommy bilang chimpansee adalah kera yang paling dekat kepada manusia, aku bilang gorilla. Tommy mengatakan bahwa sarjana-sarjana sudah membuat penyelidikan yang mendalam tentang hal itu, tetapi aku tetap menyangkalnya karena gorilla yang ada di muka kami mengingatkan aku pada penjaga lift kantor Tommy. Pernahkah aku ceritakan hal ini kepadamu?”
“Oh, aku kira sudah, Jane. Sudah beberapa kali.”
“Oh, Marno, semua ceritaku sudah kau dengar semua. Aku membosankan, ya, Marno? Mem-bo-san-kan.”
Marno tidak menjawab karena tiba-tiba saja dia merasa seakan-akan istrinya ada di dekat-dekat dia di Manhattan malam itu. Adakah penjelasannya bagaimana satu bayang-bayang yang terpisah beribu-ribu kilometer bisa muncul begitu pendek?
“Ayolah, Marno. Kalau kau jujur tentulah kau akan mengatakan bahwa aku sudah membosankan. Cerita yang itu-itu saja yang kau dengar tiap kita ketemu. Membosankan, ya? Mem-bo-san-kan!”
“Tapi tidak semua ceritamu pernah aku dengar. Memang beberapa ceritamu sudah beberapa kali aku dengar.”
“Bukan beberapa, Sayang. Sebagian besar.”
“Baiklah, taruhlah sebagian terbesar sudah aku dengar.”
“Aku membosankan jadinya.”
Marno diam tidak mencoba meneruskan. Disedotnya rokoknya dalam-dalam, lalu dihembuskannya lagi asapnya lewat mulut dan hidungnya.
“Tapi Marno, bukankah aku harus berbicara? Apa lagi yang bisa kukerjakan kalau aku berhenti bicara? Aku kira Manhattan tinggal tinggal lagi kau dan aku yang punya. Apalah jadinya kalau salah seorang pemilik pulau ini jadi capek berbicara? Kalau dua orang terdampar di satu pulau, mereka akan terus berbicara sampai kapal tiba, bukan?”
Jane memejamkan matanya dengan dadanya lurus-lurus telentang di sofa. Sebuah bantal terletak di dadanya. Kemudian dengan tiba-tiba dia bangun, berdiri sebentar, lalu duduk kembali di sofa.
“Marno, kemarilah, duduk.”
“Kenapa? Bukankah sejak sore aku duduk terus di situ.”
“Kemarilah, duduk.”
“Aku sedang enak di jendela sini, Jane. Ada beribu kunang-kunang di sana.”
“Kunang-kunang?”
“Ya.”
“Bagaimana rupa kunang-kunang itu? Aku belum pernah lihat.”
“Mereka adalah lampu suar kecil-kecil sebesar noktah.”
“Begitu kecil?”
“Ya. Tetapi kalau ada beribu kunang-kunang hinggap di pohon pinggir jalan, itu bagaimana?”
“Pohon itu akan jadi pohon-hari-natal.”
“Ya, pohon-hari-natal.”
Marno diam lalu memasang rokok sebatang lagi. Mukanya terus menghadap ke luar jendela lagi, menatap ke satu arah yang jauh entah ke mana.
“Marno, waktu kau masih kecil ….. Marno, kau mendengarkan aku, kan?”
“Ya.”
“Waktu kau masih kecil, pernahkah kau punya mainan kekasih?”
“Mainan kekasih?”
“Mainan yang begitu kau kasihi hingga ke mana pun kau pergi selalu harus ikut?”
“Aku tidak ingat lagi, Jane. Aku ingat sesudah aku agak besar, aku suka main-main dengan kerbau kakekku, si Jilamprang.”
“Itu bukan mainan, itu piaraan.”
“Piaraan bukankah untuk mainan juga?”
“Tidak selalu. Mainan yang paling aku kasihi dahulu adalah Uncle Tom.”
“Siapa dia?”
“Dia boneka hitam yang jelek sekali rupanya. Tetapi aku tidak akan pernah bisa tidur bila Uncle Tom tidak ada di sampingku.”
“Oh, itu hal yang normal saja, aku kira. Anakku juga begitu. Punya anakku anjing-anjingan bernama Fifie.”
“Tetapi aku baru berpisah dengan Uncle Tom sesudah aku ketemu Tommy di High School. Aku kira, aku ingin Uncle Tom ada di dekat-dekatku lagi sekarang.”
Diraihnya bantal yang ada di sampingnya, kemudian digosok-gosokkannya pipinya pada bantal itu. Lalu tiba-tiba dilemparkannya lagi bantal itu ke sofa dan dia memandang kepala Marno yang masih bersandar di jendela.
“Marno, Sayang.”
“Ya.”
“Aku kira cerita itu belum pernah kaudengar, bukan ?”
“Belum, Jane.”
“Bukankah itu ajaib? Bagaimana aku sampai lupa menceritakan itu sebelumnya.”
Marno tersenyum
“Aku tidak tahu, Jane.”
“Tahukah kau? Sejak sore tadi baru sekarang kau tersenyum. Mengapa?”
Marno tersenyum
“Aku tidak tahu, Jane. Sungguh.”
Sekarang Jane ikut tersenyum.
“Oh, ya, Marno, manisku. Kau harus berterima kasih kepadaku. Aku telah menepati janjiku.”
“Apakah itu, Jane?”
“Piyama. Aku telah belikan kau piyama, tadi. Ukuranmu medium-large, kan? Tunggu, ya ……”
Dan Jane, seperti seekor kijang yang mendapatkan kembali kekuatannya sesudah terlalu lama berteduh, melompat-lompat masuk ke dalam kamarnya. Beberapa menit kemudian dengan wajah berseri dia keluar kembali dengan sebuah bungkusan di tangan.
“Aku harap kausuka pilihanku.”
Dibukanya bungkusan itu dan dibeberkannya piyama itu di dadanya.
“Kausuka dengan pilihanku ini?”
“Ini piyama yang cantik, Jane.”
“Akan kau pakai saja malam ini. Aku kira sekarang sudah cukup malam untuk berganti dengan piyama.”
Marno memandang piyama yang ada di tangannya dengan keraguan.
“Jane.”
“Ya, Sayang.”
“Eh, aku belum tahu apakah aku akan tidur di sini malam ini.”
“Oh? Kau banyak kerja?”
“Eh, tidak seberapa sesungguhnya. Cuma tak tahulah ….”
”Kaumerasa tidak enak badan?”
“Aku baik-baik saja. Aku …. eh, tak tahulah, Jane.”
“Aku harap aku mengerti, Sayang. Aku tak akan bertanya lagi.”
“Terima kasih, Jane.”
“Terserahlah. Cuma aku kira, aku tak akan membawanya pulang.”
“Oh”.
Pelan-pelan dibungkusnya kembali piyama itu lalu dibawanya masuk ke dalam kamarnya. Pelan-pelan Jane keluar kembali dari kamarnya.
“Aku kira, aku pergi saja sekarang, Jane.”
“Kau akan menelpon aku hari-hari ini, kan?”
‘Tentu, Jane.”
“Kapan, aku bisa mengharapkan itu?
“Eh, aku belum tahu lagi, Jane. Segera aku kira.”
“Kautahu nomorku kan? Eldorado”
“Aku tahu, Jane.”
Kemudian pelan-pelan diciumnya dahi Jane, seperti dahi itu terbuat dari porselin. Lalu menghilanglah Marno di balik pintu, langkahnya terdengar sebentar dari dalam kamar turun tangga.
Di kamarnya, di tempat tidur sesudah minum beberapa butir obat tidur, Jane merasa bantalnya basah.

3.4 ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBNGKAN DENGAN PUISI
  Puisi merupakan suatu seni sastra dan tidak ada hubungannya dengan IBD tapi seni sastra juga merupakan bagian dari kesenian dan kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, yang secara padu dan utuh di padatkan kata-katanya.dalam kata lain puisi merupakan ungkapan jiwa dari penulisnya.
Puisi dapat menggambarkan apa saja yang ingin disampaikan oleh penulis. kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan: Figura bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.
Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah di beri suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah di beri tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
beberapa alasan mengapa puisi dikaitkan dengan  Ilmu Budaya Dasar:
1.Karena puisi merupakan bagian dari kesenian dan kesenian merupakan unsur kebudayaan
2.Puisi mencerminkan budaya si penulis
3.Puisi memiliki berbagai gaya bahasa dan bahasa adalah salah satu unsur kebudayaan

contoh puisi :

PADAMU JUA

habis kikis
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali akan padamu
seperti dulu

kaulah kandil kemerlap
pelita jendela dimalam gelap
melambai pulang perlahan
sabar, setia selalu

satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa
dimana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati

engkau cemburu
engkau ganas

mangsa aku dalam cakarmu
bertungkar tangkap dengan lepas

nanar aku, gila sasar
sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik angin
serupa dara di balik tirai

kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
lalu waktu bukan giliranku
matahari bukan kawanku..

Pustaka:
(sumber : Buku MKDU Ilmu Budaya Dasar Oleh : Widyo Nugroho, Achmad Muchji penerbit gunadarma)