MAKALAH
ILMU BUDAYA DASAR

Nama : Lailatun
Nafillah
NPM : 15514967
Kelas : 1PA15
Materi : Manusia dan Cinta kasih
Kata pengantar
Puji
Syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan
karuniaNya sehingga kami semua dapat menyelesaikan tugas makalah ‘Manusia dan
Cinta Kasih’ dengan baik dan tepat waktu.
Saya
berharap makala ini dapat memberikan wawasan untuk para pembaca mengenai manusia dan cinta kasih.
Saya menyadari makalah yang saya buat ini jauh dari kata sempurna maka untuk
itu saya membutuhkan saran dan kritik yang membangun. Dengan saran dan kritik
yang membangun mungkin untuk kedepannya saya dapat membuat makalah lebih baik
lagi. Terima kasih.
Bekasi,
26 oktober 2014
Penyusun
DAFTAR
ISI
Kata pengantar
Daftar isi
Bab 1 pendahuluan
A. Latar
Belakang
Bab 2 pembahasan
A. Pengertian
cinta kasih
B. Cinta menurut
ajaran agama
C. Kasih sayang
D. Kemesraan
E. Pemujaan
F. Belas kasih
G. Cinta kasih
erotis
Bab 3 penutup
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Pada
hakikatnya sejak manusia dilahirkan, manusia sudah diberikan perasaan oleh
Tuhan. Perasaan merupakan kebutuhan manusia yang fundamental.
Dalam
menjalani kehidupan di dunia ini, manusia selalu memiliki perasaan cinta kasih
dalam berbagai macam aspek kehidupan. Contoh, cinta kepada keluarga, cinta
kepada teman, cinta kepada saudara, cinta kepada suatu pekerjaan, cinta kepada
alam, dan lain-lain. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki rasa cinta
kasih, kecuali orang yang jiwanya telah menghilang (jiwanya telah mati).
BAB 2 PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
CINTA KASIH
Menurut
kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa
sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih
atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau
cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih
hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta
kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang
disertai dengan menaruh belas kasih. Walaupun cinta kasih memegang peranan yang
penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan
perkawinan, pembentukan kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat
dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah
pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah
Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada
syariatNya.
Pengertian
tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr.
Sarlito W. Sarwono, dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu:
keterikatan. Keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah
adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau
pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus
ditepati. Unsur yang kedua adalah keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan
dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada
jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan
dengan sekedar memanggil nama atau sebutan, sayang dan sebagainya.Makan minum
dari satu piring, cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai
uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainya.
Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai dan
dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan
yang mengungkapkan rasa sayang,dan seterusnya.
B. CINTA
MENURUT AJARAN AGAMA
v Dalam
ajaran agama Islam, terutama yang di jelaskan dalam Al-Qur’an, cinta memiliki
beberapa pengertian.
a. Cinta
Rahmah, cinta penuh kasih sayang, lembut, rela berkorban dan siap melindungi.
b. Cinta
Mawaddah, cinta yang menggebu-gebu atau cinta yang membara.
c. Cinta
Mail, cinta yang hanya bersifat sementara, sehingga seseorang tersebut ingin
meminta perhatian dari banyak orang hinggal hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan.
Contohnya adalah poligami (ketika kita sedang jatuh cinta kepada yang lebih
muda, yang tua (lama) tidak diperhatikan lagi).
d. Cinta
Shobwah, cinta yang mendorong perilaku menyimpang tanpa sanggup mengelak
(secara tidak sadar dia tidak tahu apa yang telah ia perbuat). Cinta jenis ini
sering dikatakan cinta buta.
e. Cinta
Kulfah, perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang
positif, meski itu sulit untuk dijalani.
Dalam agama Islam, sebenarnya
cinta tidak diperbolehkan, karena belum mukhrim. Karena belum boleh mencintai
dan memiliki lawan jenis sebelum menikah. Pacaran pun sebenarnya dilarang. Dalam
agama Islam, cinta yang dimaksudkan adalah cinta terhadap Allah S.W.T, cinta
terhadap orang tua, cinta terhadap sesama manusia (rasa belas kasih), cinta
terhadap semua makhluk ciptaan-Nya.
v Cinta
Menurut Agama Kristen (Protestan & Katholik)
1.
Cinta adalah pencipta keindahan terhebat (Tim 2:9-10)
2.
Cinta adalah suatu wujud keinginan;dalam niat dan tindakan (1 Yoh 3:18)
3.
Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu (1 Kor 13:3)
v Cinta
Menurut Agama Hindu
Cinta
adalah perasaan pada kesenangan, kesetiaan, kepuasan terhadap suatu obyek.
Sedangkan kasih adalah perasaan cinta yang tulus lascarya terhadap suatu obyek.
Obyek dari cinta kasih itu adalah semua ciptaan Sanghyang Widhi Wasa,Tuhan Yang
Maha Esa. Ciptaan Tuhan dapat digolongkan dalam tingkatan sesuai eksistensinya
atau kemampuannya yaitu:
i. Eka
pramana ialah makhluk hidup yang hanya memiliki satu aspek kemampuan berupa
bayu/tenaga/ hidup, seperti tumbuh-tumbuhan.
ii. Dwi
pramana ialah makhluk hidup yang memiliki dua aspek kemampuan berupa bayu dan
sabda/bicara, seperti hewan/binatang.
iii. Tri
pramana ialah makhluk hidup yang memiliki tiga aspek kemampuan berupa bayu,
sabda dan ide/pikiran, seperti manusia.
v Cinta
menurut agama Budha
Dalam
Nikaya Pali, yaitu Dhammapada ada satu bab yang diberi judul Piya Vagga yang
berarti kecintaan. Begitu pula dalam Majjhima Nikaya terdapat sutta yang
berjudul Piyajatika Sutta yaitu khotbah tentang orang-orang tercinta.
Dalam
Bahasa Pali juga ditemukan beberapa istilah cinta, seperti: piya, pema, rati,
kama, tanha (jawa trenso), ruci, dan sneha yang memiliki arti: rasa sayang,
kesenangan, cinta kasih sayang, kesukaan, nafsu indera (birahi), kemelekatan,
dsb, yang terjalin antara dua insan berbeda jenis atau cinta dalam lingkup
keluarga.
C. KASIH
SAYANG
Pengertian kasih sayang menurut
kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwadarminta adalah perasaan cinta
atau perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kehidupan berumah tangga
kasih saying merupakan kunci kebahagiaan. Kasih saying merupakan pertumbuhan
dari cinta. Pencintaan muda-mudi pada pria dan wanita bila diakhiri dengan
perkawinan. Maka di dalam rumah tangga keluarga muda itu bukan lagi
bercinta-cintaan. Tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan
kasih sayang.
Kasih sayang adalah faktor
penting dalam suatu kehidupan. Karena jika kita memiliki cinta namun tidak
berdasar pada kasih sayang, maka seseorang tersebut tidak mengerti apa itu
cinta yang sesungguhnya, cinta terhadap makhluk ciptaan Tuhan. Maka perasaan
cinta harus didasari oleh kasih sayang atau belas kasih.
Kasih saying dasarkomunikasi
dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua. Pada prinsipnya
anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih saying orang tuanya. Pengembangan
watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih saying dan perhatian
orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi
secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Adanya kasih saying ini
mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan
kasih sayangnya bermacam macam demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberian
cinta kasih ini di bedakan :
·
Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
·
Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
·
Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
·
Orang tua bersufat aktif, si anak bersifat aktif
Asrus Sani dalam sajaknya “Surat
dari Ibu” mengungkapkan betapa tulus cinta kasih sayang seorang ibu kepada
anaknya.
SURAT
DARI IBU
Oleh : Asrul Sani
Pergi
ke dunia luas, anakku sayang
pergi ke dunia bebas!
Selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinar daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau
pergi ke dunia bebas!
Selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinar daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau
Pergi
ke laut lepas, anakku sayang
pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang
dan warna senja belum kemerah-merahan
menutup pintu waktu lampau
pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang
dan warna senja belum kemerah-merahan
menutup pintu waktu lampau
Jika
bayang telah pudar
dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
dan nakhoda sudah tahu pedoman
boleh engkau datang padaku!
dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
dan nakhoda sudah tahu pedoman
boleh engkau datang padaku!
Kembali
pulang, anakku sayang
kembali ke balik malam!
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari”
kembali ke balik malam!
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari”
Dalam
sajaknya yang lan yaitu “elang laut”, Asrul Sani secara simbolik juga
mengungkapkan pengalaman batinnya tentang kasih sayang, tanggung jawab dan
pengorbanan yang tulus dari seeor induk elang laut terhadap anak-anaknya, tanpa
menghiraukan dirinya.
ELANG LAUT
Ada
elang laut terbang
senja hari
antara jingga dan merah
surya hendak turun,
pergi ke sarangnya.
senja hari
antara jingga dan merah
surya hendak turun,
pergi ke sarangnya.
Apakah
ia tahu juga,
bahwa panggilan cinta
tiada ditahan kabut
yang menguap pagi hari ?
bahwa panggilan cinta
tiada ditahan kabut
yang menguap pagi hari ?
bunyinya
menguak suram
lambat-lambat
mendekat, ke atas runyam
karang putih,
makin nyata.
lambat-lambat
mendekat, ke atas runyam
karang putih,
makin nyata.
Sekali
ini jemu dan keringat
tiada kan punya daya
tapi topan tiada mau
dan mengembus ke alam luas.
tiada kan punya daya
tapi topan tiada mau
dan mengembus ke alam luas.
Jatuh
elang laut
ke air biru, tenggelam
dan tiada timbul lagi.
ke air biru, tenggelam
dan tiada timbul lagi.
Rumahnya
di gunung kelabu
akan terus sunyi,
satu-satu akan jatuh membangkai
ke bumi, bayi-bayi kecil tiada
bersuara.
akan terus sunyi,
satu-satu akan jatuh membangkai
ke bumi, bayi-bayi kecil tiada
bersuara.
Hanya
anjing,
malam hari meraung menyalak bulan
yang melengkung sunyi.
Suaranya melandai
turun ke pantai
Jika segala senyap pula,
berkata pemukat tua :
“Anjing meratapi orang mati !”
malam hari meraung menyalak bulan
yang melengkung sunyi.
Suaranya melandai
turun ke pantai
Jika segala senyap pula,
berkata pemukat tua :
“Anjing meratapi orang mati !”
Elang
laut telah
hilang ke lunas kelam
topan tiada bertanya
hendak ke mana dia.
Dan makhluk kecil
yang membangkai di bawah
pohon eru, tiada pula akan
berkata :
“Ibu kami tiada pulang.”
hilang ke lunas kelam
topan tiada bertanya
hendak ke mana dia.
Dan makhluk kecil
yang membangkai di bawah
pohon eru, tiada pula akan
berkata :
“Ibu kami tiada pulang.”
D. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata mesra
yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan
keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan
merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan,
keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat
dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
Kemesraan dalam Tingkat Remaja,
terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja
memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya
kuat.
Kemesraan dalam Rumah Tangga,
terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun
wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama
biasanya semakin berkurang.
Kemesraan Manusia Usia Lanjut,
Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini
diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan
kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan
dan bakatnya. Rendra dalam puisinya “Episode” misalnya, melukiskan betapa
kemesraan cinta merasuk kedalam jiwa dua sejoli muda-mudi yang sedang menjalin
cinta.
Kami
duduk berdua
di bangku halaman rumahnya.
Pohon jambu di halaman rumah itu
di bangku halaman rumahnya.
Pohon jambu di halaman rumah itu
berbuah
dengan lebatnya
dan kami senang memandangnya.
Angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran.
Tiba-tiba ia bertanya:
”Mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?”
Aku hanya tertawa.
Lalu ia sematkan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku.
Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya
dan kami senang memandangnya.
Angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran.
Tiba-tiba ia bertanya:
”Mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?”
Aku hanya tertawa.
Lalu ia sematkan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku.
Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya
E. PEMUJAAN
Pemujaan
adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan
dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan manusia.Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan
adalah inti , nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Cinta
kepada Rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam
semesta,menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul
merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun
berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan
sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang menanggung derita dakwah Islam,
berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh
penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman, kesesatan menuju cahaya
petunjuk.
F. BELAS
KASIHAN
Belas
kasihan adalah emosi manusia yang muncul akibat melihat penderitaan orang lain.
Rasa belas kasihan membuat orang-orang merasa iba sehingga ingin menolong atau
memberikan sesuatu yang bisa membahagiakan atau meringankan beban orang-orang
yang mengalami kesulitan atau musibah.
Belas
kasihan juga dilandaskan dengan rasa kasih sayang sesama manusia. Jadi sesama
umat manusia kita harus saling tolong menolong untuk meringankan beban setiap
orang yang mengalami kesulitan. Sehingga setiap orang dapat merasakan
kebahagiaan.
Belas
kasihan dapat menimbulkan daya kreatifitas yang berarti orang yang dapat
berbuat,berkarya,mencipta,dsb. Kreatifitas itu bisa dalam bentuk seni yaitu
seni suara,seni sastra,dll.
G. CINTA
KASIH EROTIS
Cinta
kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama
sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang
yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis
tersebut, Kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih
tidak terbatas kepada seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih
tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan
yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih
tersebut bersifat bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali
merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
DAFTAR PUSTAKA
Wordpress.http://pingkancahya.wordpress.com/2013/10/15/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-cinta-kasih/
Wordpress.http://dewirosdyana.wordpress.com/ilmu-budaya-dasar/bab-3-manusia-dan-cinta-kasih/
Blogspot.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJXxmYwjkbCMLyI6QsOFd0_sHFV6WZXmAfcBmEN3G_i6UuXugeGRPi-08LH9k5TUFxNVkKC7HqJlHy-wGNubgRnIEYHfKtv0GI672IjN5IhykhxaLBm0BS9Ridv9ileFRjJlxet13NUrk/s1600/segitigacinta11.jpg
Widyo
Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas
Gunadarma
http://initulisanfatimah.wordpress.com/2012/10/19/13/
No comments:
Post a Comment