TUGAS SOFTSKILL
SISTEM
INFORMASI PSIKOLOGI
DISUSUN
OLEH :
KELOMPOK
1
Ayu Bunga N (11514866)
Inayah R Dayyan (1C514881)
Lailatun Nafillah (15514967)
4PA06
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2017
EDWARD PERSONAL
PREFERENCE SCHEDULE
(EPPS)
1. Sejarah
Tes Edwards Personal
Preference Schedule atau yang sering kita sebut dengan tes EPPS ini adalah
tes kepribadian yang terdiri atas pilihan-pilihan jawaban yang mencerminkan
diri seorang individu.
Tes EPPS ini telah diterbitkan dalam
jangka waktu yang lama oleh The Corporation Psikologis, dan sekarang dikenal
dengan Penilaian Harcourt. Pada tahun 2002 hak penerbitan di seluruh dunia
dikembalikan pada Harcourt Allen L. Edwards Life Trust. Untuk wilayah Eropa,
EPPS diterbitkan oleh Dimensi Test.
Dikembangkan oleh psikolog dari
University of Washington, profesor Allen L. Edwards, Edwards Personal
Preference Schedule (EPPS) adalah pilihan paksa, obyektif, persediaan
kepribadian non-proyektif. Target audiens di antara usia 16-85 dan memakan
waktu sekitar 45 menit untuk menyelesaikan. Edwards, yang merevolusi penelitian
psikologi dengan teknik statistik baru, berasal dari konten pengujian dari
teori sistem kebutuhan manusia yang diusulkan oleh Henry Alexander Murray, yang
mengukur rating individu dalam lima belas kebutuhan normal atau motif. Dimana
terdapat 15 needs yaitu Achievement, Deference, Order, Exhibition,
Autonomy, Affiliation, Intraception, Succorance, Dominance, Abasement, Nurturance,
Change, Endurance, Heterosexual, Aggression.
Tidak
ada batas waktu untuk mengerjakan soal
EPPS, namun subyek di motivasi untuk mengerjakan secepat-cepatnya kurang
lebih 40 s/d 60 menit untuk S1 dan 1 s/d 1 ½ jam untuk SMU. Hal ini dilakukan
untuk menekan social desirebility.
2. Penggunaan dan Tujuan
a. Penggunaan
1)
EPPS digunakan di bidang industry,
klinis dan pendidikan
2)
Dapat digunakan secara individual maupun
klasikal
a)
Individual
Testee membaca sendiri instruksi pada
buku tes (self inventory).
b)
Klasikal
Tester memberikan instruksi, contoh
pengerjaan dan cara menjawab.
3)
Tes EPPS ialah tes kepribadian yang
bersifat verbal yaitu bentuk stimulus dan respon testee berupa kata-kata, lisan
maupun tulisan
4)
EPPS sudah dirancang sedemikian rupa
untuk menghindari jawaban yang mengandung social
desirability.
5)
Bentuk tes EPPS adalah forced – choice technique dimana
individu dipaksa untuk memilih salah satu item.
6)
Skor-skor dalam tes EPPS bersifat
ipsatif artinya skor-skor dalam tes EPPS tidak dapat dibandingkan antar
individu, walaupun dengan individu yang memiliki skor yang sama. Hal ini di
karenakan, dua individu dengan skor yang sama dapat berbeda dalam skor
masing-masing kebutuhan.
b. Tujuan
Tes ini digunakan
untuk mengetahui seberapa besar motivasi, kebutuhan, dan motif seseorang.
3. Material test
a. Terdapat
225 pasang pernyataan, tugas testee adalah memilih diantara dua pernyataan yang
dianggap paling sesuai dengan dirinya, bukan menurut dirinya atau masyarakat.
b. Ada
15 pasang pernyataan yang merupakan pengulangan untuk mendeteksi konsistensi
testee.
c. Waktu
pengerjaan normal sekitar 40 sampai 60 menit, namun hal ini tidak mutlak. Bila
melibihi waktu normal, bisa dikarenakan banyak pertimbangan, ada konflik,
ragu-ragu, sering menunda, lambat dalam bekerja, da nada kecemasan.
d. Kebutuhan-kebutuhan
manusia dalam EPPS
Jenis
kebutuhan
|
Makna
|
Achievement
|
Berbuat sebaik
mungkin, motivasi kerja
|
Deference
|
Menyesuaikan
diri terhadap norma masyarakat atau sesuai dengan apa yang diharapkan orang
lain kepadanya
|
Order
|
Teratur dengan
perancangan
|
Exhibition
|
Menjadi pusat
perhatian, menunjukan diri
|
Autonomy
|
Mandiri dalam
perhatian, pembuatan keputusan
|
Affiliation
|
Berbaik hati,
bekerja sama dengan orang lain
|
Intraception
|
Empati,
memahami perasaan orang lain
|
Succorance
|
Mencari
bantuan dari orang lain, meminta simpati
|
Dominance
|
Memimpin,
memerintah, mempengaruhi orang lain
|
Abasement
|
Merasa takut
dan rendah diri, guilty feeling
|
Nurturance
|
Kasih sayang,
perhatian kepada sesama manusia
|
Change
|
Membuat
perubahan atau sesuatu yang berbeda
|
Endurance
|
Ketekunan,
kegigihan dan keuletan dalam bekerja
|
Heterosexuality
|
Bergaul dengan
lawan jenis
|
Aggression
|
Menyerang atau
perlawanan terhadap pendapat yang berbeda
|
4. Cara kerja aplikasi
5. Perbandingan tes EPPS manual dengan
berbasis komputer
Tes
EPPS Berbasis Komputer merupakan tes yang diselenggarakan dengan menggunakan
komputer. Karakteristik dari tes menggunakan komputer ini sebenarnya sama
dengan tes EPPS manual yaitu menggunakan satu perangakat tes dengan isi dan
panjang tes yang sama. Perbedaannya terletak pada teknik penyampaian butir soal
yang tidak lagi meggunakan kertas (paper), baik untuk naskah soal maupun lembar
jawaban. Sistem skoring atau koreksi langsung dilakukan oleh komputer. Dan
biasanya peserta tes bisa mengerjakan dan melihat butir soal dari nomor pertama
sampai dengan terakhir. Tes EPPS
berbasis komputer lebih mudah dan tidak memerlukan alat tulis apapun seperti
penggunaan tes EPPS manual.
DAFTAR PUSTAKA
Harianto, F. dkk. (2016). Pandua resmi tes psikotes. Jakarta Selatan : Kawah Media.
Tim Bintang Psikologi.(2017). TOP update diktat resmi psikotes. Jakarta Selatan : Kawah Media.
DAFTAR PUSTAKA
Harianto, F. dkk. (2016). Pandua resmi tes psikotes. Jakarta Selatan : Kawah Media.
Tim Bintang Psikologi.(2017). TOP update diktat resmi psikotes. Jakarta Selatan : Kawah Media.


No comments:
Post a Comment