TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN HARAPAN
Kata Pengantar
Puji
syukur atas kehadirat Allah SWT, dimana berkat rahmat dan karuniaNya lah saya
dapat menyelesaikan tugas makalah Ilmu Budaya Dasar ini dengan tepat waktu.
Makalah Ilmu Budaya Dasar kali ini membahas tentang Manusia dan Harapan.
Dalam
penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang saya hadapi.
Namun saya menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain
berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala
yang saya hadapi teratasi.
Makalah
ini disusun agar dapat membantu para pembaca untuk lebih memperluas
pengetahuannya tentang Manusia dan Harapan. Makalah ini di susun oleh penyusun
dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang
datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari
Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
Saya
berharap makala ini dapat memberikan wawasan untuk para pembaca mengenai Manusia dan Harapan.
Saya menyadari makalah yang saya buat ini jauh dari kata sempurna maka untuk
itu saya membutuhkan saran dan kritik yang membangun. Dengan saran dan kritik
yang membangun mungkin untuk kedepannya saya dapat membuat makalah lebih baik
lagi.
Bekasi, Desember 2014
Penyusun
A. Pengertian harapan
Harapan berasal dari kataharap, artinya keinginan supaya
sesuatu jadi. Yng mempunyai harapan atau keinginan itu hati. Putus harapan
berarti putus asa. Harapan berarti
keinginan yang belum terwujud .
B. Persamaan harapan dan cita-cita
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa
harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal
sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan
kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada
usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik
kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib
selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan
batas waktu. Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui
kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan
hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu
yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak.
C. Contoh Harapan
1. Budi seorang mahasiswa universitas Terbuka, ia belajar
rajin dengan harapan didalam ujian semester memperoleh nilai A
2. Tania adalah anak satu-satunya didalam keluarganya ia
rajin membantu ibunya ketika sedang berbenah rumah dengan harapan iya dibelikan
mainan kesukaannya.
D. Penyebab manusia memiliki harapan
Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pcmbawaan alamiah yang sudah terjelma dalam
diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis,
bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya.
Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua. Dorongan kodrat menyebabkan
manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa,
bergembira, dan scbagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan
lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa
terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal,
justru sedihlah mereka.
Dorongan kebutuhan
hidup Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup.
Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani
dan kebutuhan rohani Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian,
rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.
Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi
kebutuhan
hidupnya.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan
manusia atau kebutuhan
manusia itu ialah :
a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and
love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)
E. Pengertian Doa
Doa adalah permohonan yang diajukan oleh manusia kepada yang
ilahi (Tuhan)
2 Tawarikh 7:14 –
doa adalah suatu penyembahan penuh kerendahan hati di mana kita mencari Allah
dengan segenap hati kita.
1 Samuel 14:36-45;
2 Samuel 5:17-19 – doa adalah permohonan kepada Allah agar Ia memimpin dan
membimbing perjalanan hidup kita.
Markus 1:35 – doa
adalah suatu hubungan intim dengan Bapa Sorgawi kita yang mengasihi kita dan
menjadi sumber pertolongan kita.
Matius 6:5-13 –
Doa Bapa Kami merupakan teladan doa tertinggi bagi kita di mana Yesus
mengajarkan bahwa doa adalah suatu hubungan intim dengan Bapa yang mengandung
ketergantungan penuh akan kebutuhan sehari-hari, komitmen ketaatan dan
pengampunan dosa.
F. Contoh Doa
Dalam agama katolik doa yang paling utama adalah berdoa Bapa
Kami , Salam Maria , Syahdat Aku Percaya.
Bapa Kami yang ada di Surga
di muliakanlah-Mu
datanglah kerajaan-Mu
jadilah kehendakmu diatas bumi seperti didalam surga
berilah kami rejeki pada hari ini
dan ampunilah kesalahan kami
seperti kamipun yang mengampuni yang bersalah kepada kami
dan janganlah masukan kami kedalam percobaan tetapi
bebaskanlah kami dari yang jahat.
G. Pengertian kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau
meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan
pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar
kepercayaan itu adalah kebenaran.
3 teori kebenaran
• Teori Kebenaran Korespondensi
Teori kebenaran korespondensi adalah teori yang berpandangan
bahwa pernyataan-pernyataan adalah benar jika berkorespondensi terhadap fakta
atau pernyataan yang ada di alam atau objek yang dituju pernyataan tersebut.
Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti yang
dimaksud oleh suatu pendapat dengan fakta. Suatu proposisi adalah benar apabila
terdapat suatu fakta yang sesuai dan menyatakan apa adanya. Teori ini sering
diasosiasikan dengan teori-teori empiris pengetahuan.
• Teori Kebenaran Koherensi
Teori kebenaran koherensi adalah teori kebenaran yang
didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Suatu pernyataan disebut
benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang
berhubungan secara logis. Pernyataan-pernyataan ini mengikuti atau membawa
kepada pernyataan yang lain. Seperti sebuah percepatan terdiri dari
konsep-konsep yang saling berhubungan dari massa, gaya dan kecepatan dalam
fisika.
• Teori Kebenaran Pragmatis
Teori kebenaran pragmatis adalah teori yang berpandangan
bahwa arti dari ide dibatasi oleh referensi pada konsekuensi ilmiah, personal
atau sosial. Benar tidaknya suatu dalil atau teori tergantung kepada berfaedah
tidaknya dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk kehidupannya. Kebenaran
suatu pernyataan harus bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
H. 4 Kepercayaan
• Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi
manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha
Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang,
dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
• Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada
saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu
sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata
hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya
karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun
janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
• Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat
tingkah laku karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan
langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah
pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban
kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai
kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan)
• Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting,
karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh
Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan
itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa
manusia dengan Tuhannya.
I. Usaha untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya
Usaha itu antara lain:
• meningkatkan ibadah.
• Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
• Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan
jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya.
• mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
• menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan
sebagainya.
Sumber
Buku IBD Drs. DJOKO WIDAGDHO, dkk
No comments:
Post a Comment