Tuesday, February 10, 2015

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN HARAPAN




Kata Pengantar
            Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, dimana berkat rahmat dan karuniaNya lah saya dapat menyelesaikan tugas makalah Ilmu Budaya Dasar ini dengan tepat waktu. Makalah Ilmu Budaya Dasar kali ini membahas tentang Manusia dan Harapan.
            Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang saya hadapi. Namun saya menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang saya hadapi teratasi.
            Makalah ini disusun agar dapat membantu para pembaca untuk lebih memperluas pengetahuannya tentang Manusia dan Harapan. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
            Saya berharap makala ini dapat memberikan wawasan untuk  para pembaca mengenai Manusia dan Harapan. Saya menyadari makalah yang saya buat ini jauh dari kata sempurna maka untuk itu saya membutuhkan saran dan kritik yang membangun. Dengan saran dan kritik yang membangun mungkin untuk kedepannya saya dapat membuat makalah lebih baik lagi.
Bekasi, Desember 2014
Penyusun



A. Pengertian harapan

Harapan berasal dari kataharap, artinya keinginan supaya sesuatu jadi. Yng mempunyai harapan atau keinginan itu hati. Putus harapan berarti putus asa.  Harapan berarti keinginan yang belum terwujud .

B. Persamaan harapan dan cita-cita

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan. Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak.
C. Contoh Harapan
1. Budi seorang mahasiswa universitas Terbuka, ia belajar rajin dengan harapan didalam ujian semester memperoleh nilai A
2. Tania adalah anak satu-satunya didalam keluarganya ia rajin membantu ibunya ketika sedang berbenah rumah dengan harapan iya dibelikan mainan kesukaannya.
D. Penyebab manusia memiliki harapan

    Dorongan kodrat Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pcmbawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan scbagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.
    Dorongan kebutuhan hidup Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.


Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan
manusia itu ialah :
a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)
E. Pengertian Doa
Doa adalah permohonan yang diajukan oleh manusia kepada yang ilahi (Tuhan)

    2 Tawarikh 7:14 – doa adalah suatu penyembahan penuh kerendahan hati di mana kita mencari Allah dengan segenap hati kita.
    1 Samuel 14:36-45; 2 Samuel 5:17-19 – doa adalah permohonan kepada Allah agar Ia memimpin dan membimbing perjalanan hidup kita.
    Markus 1:35 – doa adalah suatu hubungan intim dengan Bapa Sorgawi kita yang mengasihi kita dan menjadi sumber pertolongan kita.
    Matius 6:5-13 – Doa Bapa Kami merupakan teladan doa tertinggi bagi kita di mana Yesus mengajarkan bahwa doa adalah suatu hubungan intim dengan Bapa yang mengandung ketergantungan penuh akan kebutuhan sehari-hari, komitmen ketaatan dan pengampunan dosa.


F. Contoh Doa
Dalam agama katolik doa yang paling utama adalah berdoa Bapa Kami , Salam Maria , Syahdat Aku Percaya.
Bapa Kami yang ada di Surga
di muliakanlah-Mu
datanglah kerajaan-Mu
jadilah kehendakmu diatas bumi seperti didalam surga
berilah kami rejeki pada hari ini
dan ampunilah kesalahan kami
seperti kamipun yang mengampuni yang bersalah kepada kami
dan janganlah masukan kami kedalam percobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
G. Pengertian kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.
3 teori kebenaran
• Teori Kebenaran Korespondensi
Teori kebenaran korespondensi adalah teori yang berpandangan bahwa pernyataan-pernyataan adalah benar jika berkorespondensi terhadap fakta atau pernyataan yang ada di alam atau objek yang dituju pernyataan tersebut. Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan fakta. Suatu proposisi adalah benar apabila terdapat suatu fakta yang sesuai dan menyatakan apa adanya. Teori ini sering diasosiasikan dengan teori-teori empiris pengetahuan.
• Teori Kebenaran Koherensi
Teori kebenaran koherensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis. Pernyataan-pernyataan ini mengikuti atau membawa kepada pernyataan yang lain. Seperti sebuah percepatan terdiri dari konsep-konsep yang saling berhubungan dari massa, gaya dan kecepatan dalam fisika.
• Teori Kebenaran Pragmatis
Teori kebenaran pragmatis adalah teori yang berpandangan bahwa arti dari ide dibatasi oleh referensi pada konsekuensi ilmiah, personal atau sosial. Benar tidaknya suatu dalil atau teori tergantung kepada berfaedah tidaknya dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk kehidupannya. Kebenaran suatu pernyataan harus bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

H. 4 Kepercayaan


• Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
• Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
• Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan)
• Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya.

I. Usaha untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya

Usaha itu antara lain:
• meningkatkan ibadah.
• Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
• Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya.
• mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
• menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.

Sumber

Buku IBD Drs. DJOKO WIDAGDHO, dkk

No comments:

Post a Comment