MAKALAH
PENGEMBANGAN KREATIVITAS & KEBERBAKATAN
TUGAS PORTOFOLIO 1
Tugas
ini dibuat untuk memenuhi nilai tugas Mata Kuliah Pengembangan Kreativitas &
Keberbakatan
Dosen Pengajar :
NITA SRI
HANDAYANI, SPsi
Disusun Oleh :
LAILATUN
NAFILLAH (15514967)
PRISKILA
THEODORA (18514533)
RANNY KHOIRUNISA (18514928)
1PA15
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh. Segala puji dan syukur penulis haturkan kehadirat ALLAH SWT, atas segala berkat,
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Tugas Portofolio 1”.
Makalah ini
dibuat dalam rangka memahami apa itu persepsi dan segala yang berkaitan
dengannya. Selain itu, tugas
ini dibuat untuk melaksanakan tugas sebagai seorang mahasiswa, serta untuk
memenuhi nilai tugas Mata
Kuliah Pengembangan Kreativitas & Keberbakatan. Dalam proses
pembuatan makalah ini tentu penulis mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan
saran. Untuk itu penulis ucapkan terima kasih kepada Ibu Nita Sri Handayani,
SPsi selaku dosen Mata Kuliah Pengembangan Kreativitas & Keberbakatan serta
rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan aspirasinya dalam pembuatan
makalah.
Akhir kata
semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada
khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari
sempurna untuk itu penulis menerima kritik dan saran yang bersifat membangun
demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis ucapkan terimakasih.
Bekasi, Maret
2015
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.
PENGERTIAN
KREATIVITAS
Walaupun ada pengakuan ilmiah
terhadap pentingnya kreativitas, namun hingga kini hanya sedikit sekali
penelitian yang telah dilakukan. Hal itu disebabkan adanya kesulitan metodologi
dan karena adanya keyakinan bahwa kreativitas adalah suatu faktor bawaan
individual sehingga hanya sedikit yang dapat dilakukan untuk mengendalikannya.
Beberapa pengertian kreativitas
menurut para ahli, diantaranya ;
a.
Utami
Munandar (1995 : 25) kreativitas adalah
suatu kemampuan umum untuk menciptakan suatu yang baru, sebagai kemampuan untuk
memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah,
atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur
yang sudah ada sebelumnya.
b.
Imam
Musbikin (2006 : 6) kreativitas adalah
kemampuan memulai ide, melihat hubungan yang baru, atau tak diduga sebelumnya,
kemampuan memformulasikan konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan
jawaban baru untuk soal-soal yang ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang
perlu di jawab.
c.
Mangunhardjana (1986 : 11) adalah kegiatan yang mendatangkan hasil
yang sifatnya berguna (useful), lebih enak, lebih praktis, mempermudah,
memperlancar, mendorong, mengembangkan, mendidik, memecahkan masalah,
mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik atau
banyak.
d.
Sternberg (1988), kreativitas merupakan titik pertemuan yang
khas antara tiga atribut psikologis, yaitu intelegensi, gaya kognitif, dan
kepribadian/motivasi.
e.
Baron (1969) yang menyatakan kreativitas adalah kemampuan
untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru.
f.
Supriyadi dalam Yeni Rachmawati dan Euis Kurniati (2005 : 15)
mengutarakan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan
sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda
dengan apa yang telah ada. Selanjutnya ia menambahkan bahwa kreativitas
merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mengimplikasikan terjadinya
eskalasi dalam kemampuan berpikir, ditandai oleh suksesi, diskontinuitas,
diverensiasi, dan integrasi antara setiap tahap perkembangan.
g.
Clark
Moustakis (1967), ahli psikologi
humanistic menyatakan bahwa kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan
mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan
dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain.
h.
Rhodes, umumnya kreativitas didefinisikan sebagai Person, Process,
Press, Product. Keempat P ini saling berkaitan, yaitu Pribadi (Person) kreatif
yang melibatkan diri dalam proses (Process) kreatif, dan dengan dorongan dan
dukungan (Press) dari lingkungan, menghasilkan produk (Product) kreatif.
i.
Hulbeck (1945), “ Creative action is an imposing of one’s own
whole personality on the environment in an unique and characteristic way”.
Dimana tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam
interaksi dengan lingkungannya.
j.
Haefele (1962), kreativitas adalah kemampuan untuk membuat
kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna social.
k.
Torrance (1988), kreativitas adalah proses merasakan dan
mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini,
menilai dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya
lagi, dan akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya.
Dari berbagai pengertian yang
dikemukakan oleh para ahli untuk menjelaskan makna dari kreativitas penulis
mengambil kesimpulan bahwa kreativitas adalah kemampuan menciptakan sesuatu
yang baru, proses konstuksi ide yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan
masalah, serta suatu kegiatan yang bermanfaat.
Adapun Definisi kreativitas
tergantung pada segi penekanannya, kreativitas dapat didefinisikan kedalam
empat jenis dimensi sebagai Four P’s Creativity, yaitu dimensi Person,Proses,
Press dan Product sebagai berikut :
a.
Definisi kreativitas dalam dimensi Person. Definisi pada dimensi person adalah upaya mendefinisikan
kreativitas yang berfokus pada individu atau person dari individu yang dapat
disebut kreatif. “Creativity refers to the abilities that are characteristics
of creative people” (Guilford, 1950 dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001).
“Creative action is an imposing of one’s own whole personality on the
environment in an unique and characteristic way
(Hulbeck, 1945 dikutip Utami Munandar, 1999). Guilford menerangkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan atau kecakapan yang ada dalam diri seseorang, hal ini erat kaitannya dengan bakat. Sedangkan Hulbeck menerangkan bahwa tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Definisi kreativitas dari dua pakar diatas lebih berfokus pada segi pribadi.
(Hulbeck, 1945 dikutip Utami Munandar, 1999). Guilford menerangkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan atau kecakapan yang ada dalam diri seseorang, hal ini erat kaitannya dengan bakat. Sedangkan Hulbeck menerangkan bahwa tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Definisi kreativitas dari dua pakar diatas lebih berfokus pada segi pribadi.
b.
Kreativitas dalam dimensi Process. Definisi pada dimensi proses upaya mendefinisikan
kreativitas yang berfokus pada proses berpikir sehingga memunculkan ide-ide
unik atau kreatif. “Creativity is a process that manifest in self in fluency,
in flexibility as well in originality of thinking” (Munandar, 1977 dalam Reni
Akbar-Hawadi dkk, 2001). Utami Munandar menerangkan bahwa kreativitas adalah
sebuah proses atau kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan
(fleksibititas), dan orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk
mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci), suatu gagasan. Pada
definisi ini lebih menekankan pada aspek proses perubahan (inovasi dan
variasi). Dari pendapat diatas kreativitas sebagai sebuah proses yang terjadi
didalam otak manusia dalam menemukan dan mengembangkan sebuah gagasan baru yang
lebih inovatif dan variatif (divergensi berpikir).
c.
Definisi kreativitas dalam dimensi Press. Definisi dan pendekatan kreativitas yang menekankan faktor
press atau dorongan, baik dorongan internal diri sendiri berupa keinginan dan
hasrat untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif, maupun dorongan
eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis. Definisi Simpson (1982) dalam
S. C. U. Munandar 1999, merujuk pada aspek dorongan internal dengan rumusannya
sebagai berikut : “The initiative that one manifests by his power to break away
from the usual sequence of thought”
Mengenai “press” dari lingkungan, ada lingkungan yang menghargai imajinasi dan fantasi, dan menekankan kreativitas serta inovasi. Kreativitas juga kurang berkembang dalam kebudayaan yang terlalu menekankan tradisi, dan kurang terbukanya terhadap perubahan atau perkembangan baru.
Mengenai “press” dari lingkungan, ada lingkungan yang menghargai imajinasi dan fantasi, dan menekankan kreativitas serta inovasi. Kreativitas juga kurang berkembang dalam kebudayaan yang terlalu menekankan tradisi, dan kurang terbukanya terhadap perubahan atau perkembangan baru.
d.
Definisi Kreativitas dalam dimensi Product. Definisi pada dimensi produk merupakan upaya mendefinisikan
kreativitas yang berfokus pada produk atau apa yang dihasilkan oleh individu
baik sesuatu yang baru/original atau sebuah elaborasi/penggabungan yang
inovatif. “Creativity is the ability to bring something new into existence”
(Baron, 1976 dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001)
Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan pada orisinalitas, seperti yang dikemukakan oleh Baron (1969) yang menyatakan bahwa kreatifitas adalah kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan sesuatu yang baru. Begitu pula menurut Haefele (1962) dalam Munandar, 1999; yang menyatakan kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial. Dari dua definisi ini maka kreatifitas tidak hanya membuat sesuatu yang baru tetapi mungkin saja kombinasi dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya.
Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan pada orisinalitas, seperti yang dikemukakan oleh Baron (1969) yang menyatakan bahwa kreatifitas adalah kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan sesuatu yang baru. Begitu pula menurut Haefele (1962) dalam Munandar, 1999; yang menyatakan kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial. Dari dua definisi ini maka kreatifitas tidak hanya membuat sesuatu yang baru tetapi mungkin saja kombinasi dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya.
Dari berbagai pengertian yang
dikemukakan oleh para ahli untuk menjelaskan makna dari kreativitas yang dikaji
dari empat dimensi yang memberikan definisi saling melengkapi. Untuk itu kita
dapat membuat berbagai kesimpulan mengenai definisi tentang kreativitas dengan
acuan beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli.
Dari beberapa uraian mengenai
definisi kreativitas yang dikemukakan diatas penulis menyimpulkan bahwa :
“Kreativitas adalah proses konstruksi ide yang orisinil (asli), bermanfaat,
variatif (bernilai seni) dan inovatif (berbeda/lebih baik)”.
KONSEP DASAR KREATIVITAS BERDASAR 4
P
Strategi 4P yaitu Pribadi,
Pendorong, Proses, dan Produk yang menurut para ahli dapat membantu
mengembangkan kreatifitas anak jika diterapkan secara benar. Pada dasarnya
setiap anak memiliki kreativitas, hanya saja tidak semua anak bisa
mengembangkan kreatifitasnya dengan benar. Untuk itu diperlukan peran orang tua
dalam mengembangkan kreatifitas tersebut. Melalui strategi 4P ini diharapkan
dapat membantu orang tua dalam mengembangkan kreativitas anaknya.
a. Pribadi
Hal pertama yang harus orang tua ketahui dalam upaya mengembangkan kreatifitas anak adalah dengan memahami pribadi mereka, diantaranya dengan :
- Memahami bahwa setiap anak
memiliki pribadi berbeda, baik dari bakat, minat, maupun keinginan.
- Menghargai keunikan kreativitas
yang dimiliki anak, dan bukan mengharapkan hal-hal yang sama antara satu
anak dengan anak lainnya, karena setiap anak adalah pribadi yang “unik”,
dan kreatifitas juga merupakan sesuatu yang unik.
- Jangan membanding-bandingkan
anak karena tiap anak memiliki minat, bakat, kelebihan serta
ketebatasannya masing-masing. Pahamilah kekurangan anak dan kembangkanlah
bakat dan kelebihan yang dimilikinya.
b. Pendorong
Dorongan dan motivasi bagi anda
sangat berguna bagi anak dalam mengembangkan motivasi instrinsik mereka, dengan
begitu mereka akan sendirinya berkreasi tanpa merasa dipaksa dan dituntut ini
itu, kita dapat melakukan :
- Berilah fasilitas dan sarana
bagi mereka untuk berkreasi, misalnya melalui mainan-mainan yang bisa
merangsang daya kreativitas anak misalnya balok-balok susun, lego, mainan
alat dapur dan sebagainya. Hindari memberikan mainan yang tinggal pencet
tombol atau mainan langsung jadi.
- Ciptakan lingkungan keluarga
yang mendukung kreatifitas anak dengan memberikan susana aman dan nyaman.
- Hindari membatasai ruang gerak
anak didalam rumah karena takut ada barang-barang yang pecah atau rusak,
karena cara ini justru bisa memasung kreativitas mereka, alangkah lebih
baik jika anda mau mengalah dengan menyimpan dahulu barang-barang yang
mudah pecah ketempat yang aman, atau anda bisa meyediakan tempat khusus
bermain anak, dimana anak bebas berkreasi.
- Disiplin tetap diperlukan agar
ide-ide kreatif mereka bisa terwujud.
c. Proses
Proses berkreasi merupakan bagian paling penting dalam pengembangan kreativitas dimana anak anda akan merasa mampu dan senang bersibuk diri secara kreatif dengan aktifitas yang dilakukannya, baik melukis, menyusun balok, merangkai bunga dan sebagainya, beberapa hal yang dapat dilakukan:
- Hargailah kreasinya tanpa perlu
berlebihan, karena secara intuisif anak akan tahu mana pujian yang tulus
dan yang mana yang hanya akan basa-basi.
- Hindari memberi komentar
negatif saat anak berkreasi, apalagi disertai dengan perintah ini itu
terhadap karya yang sedang dibuatnya, karena hal ini justru dapat
menyurutkan semangatnya berkreasi.
- Peliharalah harga diri anak
dengan mengungkapkan terlebih dahulu komentar anda secara positif,
misalnya “bunda senang adek bisa membuat menara seperti itu, lain kali
adek buat yang lebih tinggi dan tidak mudah ambruk ya.” Dengan demikian
anak akan merasa dirinya mampu dan dihargai lingkungannya
d. Produk
Pada tahap ini anak sudah bisa menghasilkan produk kreatif mereka, yang bisa dilakukan:
- Hargailah hasil kreatifitas
mereka meski hasilnya agak kurang memuaskan.
- Pajanglah karya anak anda di
kamar mereka atau tempat-tempat lain yang memungkinkan. Dengan demikian,
anak akan merasa bangga karena karyanya dihargai.
2.
DEFINISI OPERASIONAL
DARI KREATIVITAS
Kretivitas
merupakan : “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas),
dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi
(mengembangkan, memperkayam memperinci( suatu gagasan”.(Munandar SCU, 1077)
3.
DEFINISI
KREATIVITAS MENURUT CLARK
Selain memiliki definisi
konsepsional, kreativitas juga memiliki definisi oprasional. Sedangkan apa
definisi operasional itu? Petunjuk atau cara kerja bagi peneliti dalam
mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam penelitian, dan operasional juga
dapat menetukan apakah bahan masalah yang dapat diteliti itu layak atau tidak
untuk diteliti.
Definisi operasional kreatifitas
adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa
gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk ciri – ciri aptitude
maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi
dengan hal – hal yang sudah ada, yang semuanya itu relative berbeda dengan apa
yang telah ada sebelumnya.
Sedangkan
menurut Munandar (dalam Basuki, 2010), “Kreativitas merupakan kemampuan yang
mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam
berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya,
memperinci suatu gagasan).”
BAB II
PEMBAHASAN
TEORI-TEORI MENGENAI KREATIVITAS
Teori-teori yang melandasi
pembentukan pribadi kreatif :
1.
Teori
Psikoanalisis
Psikoanalisa memandang kreativitas
sebagai hasil mengatasi suatu masalah, yang biasanya dimulai sejak di masa
anak-anak. Priadi kreatif dipandang sebagai seseorang yang pernah mempunyai
pengalaman traumatis, yang dihadapi dengan memungkinkan gagasan-gagasan yang
disadari dan yang tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari
trauma.
Adapun tokoh-tokohnya adalah:
a.
Sigmund Freud.
Ia menjelaskan bahwa proses kreatif timbul dari mekanisme pertahanan (defence
mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan
menghambat tindakan kreatif,mekanisme sublimasi( yaitu suatu bentuk pertahanan
dengan perbutan-perbuatan mulia untuk menutupi kegagalan-kegagalan yang telah
dilakukan) justru merupakan penyebab utama timbulnya karya-karya kreatif.
Misalnya kebutuhan seksual yang tidak dapat di penuhi (jadi merupakan
kegagalan), maka terjadi sublimasi dan sublimasi ini merupakan awal dari
imajinasi (Utami Munandar,1999).
Macam mekanisme pertahanan adalah :
i.
Represi,
yaitu secara tidak sadar melupakan kenangan tidak menyenangkan untuk diingat
ii.
Kompensasi,
yaitu berusaha mengimbangi ketidakmampuan yang dilakukan secara tidak sadar dengan
menonjolkan pada hal lain.
iii.
Sublimasi
yaitu jika tudak mampu memenuhi dorongan seks, mengimbangi dengan kreativitas
di bidang seni misalnya menjadi pemain biola.
iv.
Rasionalisasi,yaitu
menjadi percaya bahwa suatu kondisi yang bertentangan dengan apa yang
diinginkan sesungguhnya adalah memang hal yang diinginkan, misalnya karena
tidak berhasil mendapatkan tiket untuk melihat pertandingan sepak bola kemudian
mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak tertarik untuk pergi
v.
Identifikasi,
yaitu ingin menjadi seperti seseorang dengan menerima standar dan nilai orang
itu menjadi standar dan nilai diri sendiri.
vi.
Introjeksi,
yaitu menerima standar dan nilai seseorang karena takut untuk tidak sependapat
dengan dia
vii.
Regresi,
yaitu kembali keperilaku sebelumnya berhasil jika prilaku saat ini tidak
berhasil, misalnya menangis ketika mendapat nilai rendah dengan harapan guru
akan mengubah nilainya.
viii.
Proyeksi,
yaitu menganggap seseorang memiliki perasaan terhadap seseorang yang sebaliknya
dari perasaan yang sesungguhnya terhadap dia.
ix.
Pembentukan
reaksi, yaitu pengalihan implus yang menimbulkan kecemasan ke implus lawannya,
musalnya apabila seseorang merasa benci atau dendam pada orang lain dan
kebencian itu menimbulkan kecemasan pada dirinya,maka orang tersebut
menampilkan perilaku sayang atau kasih (cinta) untuk menyembunyikan rasa benci
tersebut.
x.
Pemindahan,
yaitu jika takut mengukapkan perasaan terhadap seseorang, perasaan itu di
ungkapkan terhadap seseorang yang kurang kuasa, misalnya karena takut
menyatakan kemarahan kepada atasan, maka marah-marah pada anak.
xi.
Kompartementalisasi, yaitu mempunyai
dua kepercayaan yang saling bertentangan pada saat yang sama, misalnya meskipun
ia sebetulnya bodoh, tetapi ia pintar berhitung. (Freud,S. 1993. Introductory
Lectures on Psychoanalysis, dalam Utami Munandar, 1999)
b.
Ernest Kris.
Ia menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi (beralih ke perilaku
sebelumnya yang akan memberi kepuasaan, jika perilaku sekarang tidak berhasil
atau tidak memberi kepuasaan) juga sering muncul dalam tindakan kreatif.
c.
Carl Jung.
Ia juga percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang amat penting dalam
kreativitas tingkat tinggi. Alam pikiran yang tidak disadari dibentuk oleh masa
lalu pribadi. Dengan adanya ketidaksadaran kolektif, akan timbul penemuan, teori,
seni, dan karya-karya baru lainnya. Prose inilah yang menyebabkan kelanjutan
dari eksistensi manusia.
2.
Teori
Humanistik
Humanistik lebih menekankan
kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Dan
kreativitas dapat berkembang selama hidup dan tidak terbatas pada usia lima
tahun pertama.
a.
Abraham Maslow.
Ia menekankan bahwa manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata
sebagai kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan itu, diwujudkan Maslow sebagai hirarki
kebutuhan manusia, dari yang terendah hingga yang tertinggi.
b.
Carl Rogers.
Ia menjelaskan ada 3 kondisi dari pribadi yang kreatif, adalah keterbukaan
terhadap pengalaman, kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan Patokan
pribadi seseorang, kemampuan untuk bereksperiman atau untuk ‘bermain’ dengan
konsep-konsep.
Tiga kondisi
internal pribadi yang kreatif yaitu :
a. Keterbukaan terhadap pengalaman
b. Kemampuan untuk menilai situasi
sesuai patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
c. Kemampuan untuk bereksperimen,untuk
"bermain" dengan konsep-konsep. Apabila seseorang memiliki ketika
ciri ini amaka kesehatan psikologisnya sangat baik. Orang tersebut akan dapat
berfungsi sepenuhnya dan menghadilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara
kreatif apabila kondisi lingkungan mendukung. Ketiga ciri atau kondisi tersebut
juga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk berkreasi
(Utami Munandar,1999).
3.
Teori Csikszentmihalyi
Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
a.
Minat pada usia dini pada ranah tertentu:
Minat
menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu,
sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
b.
Akses terhadap
suatu bidang:
Adanya sarana
dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang
diminati sangat membantu pengembangan bakat.
c.
Orang-orang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang
luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk
melakukan apa yang perlu untuk mencapai tujuannya.
d.
Ciri pertama yang memudahkan
tumbuhnya kreativitas adalah predisposisi genetis (genetic predisposition).
Contoh seseorang yang sistem sensorinya peka terhadap warna lebih mudah menjadi
pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
e.
Access to a
field:
Kemampuan
berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat + tokoh-tokoh penting dalam
bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan
kesempatan bekerja sama dengan pakar-pakar dalam b idang yang diminati sangat
penting untuk mendapatkan pengakuan + penghargaan dari orang-orang penting.
BAB III
PENUTUP
I.
KESIMPULAN
Kreativitas
merupakan usaha melibatkan diri pada proses kreatif yang didasari oleh
intelegensi, gaya kognitif, dan kepribadian/motivasi, juga merupakan kemampuan
untuk menghasilkan atau mencipta sesuatu yang baru.
Strategi 4P yaitu Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk yang menurut para ahli dapat membantu mengembangkan kreatifitas anak jika diterapkan secara benar. Pada dasarnya setiap anak memiliki kreativitas, hanya saja tidak semua anak bisa mengembangkan kreatifitasnya dengan benar. Untuk itu diperlukan peran orang tua dalam mengembangkan kreatifitas tersebut. Teori pembentukan pribadi kreatif didasari oleh 3 teori yaitu psikoanalisa, humanistic dan Csikzentmihalyi.
Strategi 4P yaitu Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk yang menurut para ahli dapat membantu mengembangkan kreatifitas anak jika diterapkan secara benar. Pada dasarnya setiap anak memiliki kreativitas, hanya saja tidak semua anak bisa mengembangkan kreatifitasnya dengan benar. Untuk itu diperlukan peran orang tua dalam mengembangkan kreatifitas tersebut. Teori pembentukan pribadi kreatif didasari oleh 3 teori yaitu psikoanalisa, humanistic dan Csikzentmihalyi.
II.
SARAN
Kajian-kajian tentang pengembangan
kreativitas & keberbakatan masih sangat perlu untuk ditingkatkan, karena kreativitas
& keberbakatan sangat penting bagi dosen sebagai tenaga pendidik untuk
dapat memahami cara berpikir peserta didiknya.
DAFTAR PUSTAKA
http://indryawati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.1
19-03-2015/17:48

No comments:
Post a Comment