KESEHATAN MENTAL
DISUSUN OLEH :
LAILATUN NAFILLAH (15514967)
2PA06
UNIVERSITAS
GUNADARMA FAKULTAS PSIKOLOGI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI 2016
Konsep
dan Penerapan Self-directed Changes
Konsep perubahan diri mungkin bisa
dikatakan bagaimana sesorang merubah pola dalam kehidupannya, dalam kehidupan
tentunya kita pun punya cara masing-masing untuk menjadi pribadi yang lebih
baik dan belajar dari pengalaman sepanjang hidup kita.
Sebenernya apasih yang membentuk kita
menjadi pribadi yang seperti ini??
- Pengaruh
Biologis
Karakteristik fisik seperti warna mata
dan warna rambut, bentuk tubuh, bentuk hidung, pada dasarnya ditentukan pada
saat konsepsi. Intelegensi dan kemampuan khusus tertentu seperti bakat musik
dan seni, dalam beberapa hal juga tergantung pada faktor hereditas (keturunan).
2. Pengalaman
Hasil lain yang besar pengaruhnya
terhadap kepribadian adalah hasil hubungan kita dengan lingkungan atau
pengalaman. Dibedakan menjadi pengalaman umum dan pengalaman khusus.
- Pengalaman
umum
Semua keluarga dalam suatu budaya
tertentu memiliki keyakinan, kebiasaan dan nilai yang umum. Selama
perkembangannya, anak belajar untuk melakukan perilaku dengan cara yang
diharapkan oleh buudaya tersebut.
- Pengalaman
khusus
Di luar warisan biologis yang unik dan
cara penyampaian budaya tertentu, individu dibentuk oleh pengalamn khusus.
Setiap orang bereaksi terhadap tekanan sosial dengan caranya sendiri. Disamping
itu, sejak lahir seorang anak sudah membawa ciri-ciri tertentu, maka reaksinya
terhadap lingkungan atau reaksi lingkungan terhadapnya bersifat khas.
Pengalaman unik ini menentukan bagian dirinya yang bersifat khas, unik dan tak
ada duanya.
Terus, apakah pribadi baik yang
diturunkan secara gen maupun yang kita pelajari melalui lingkungan akan kita
terima begitu aja? Apa kita ga bisa merubahnya lagi??
Well, disinilah intinya kita belajar
Self Directed Change :)
Mengarahkan perubahan pribadi.. Pribadi
kita selalu berkembang seiring berjalannya waktu dengan harapan akan lebih
matang dan dewasa pastinya. Namun apabila perkembangan tersebut kita rasa tak
sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita masih dapat merubahnya? Jawabannya
adalah "YA" Kita mempunyai hak untuk merubah pribadi kita sesuai yang
kita inginkan, selagi perubahan tersebut tidak berpengaruh buruk terhadap orang
lain. Artinya, kita bebas untuk berubah namun kebebasan kita dibatasi oleh
kebebasan orang lain.
Untuk itu perlu adanya pengarahan. Gunanya adalah agar perubahan diri kita dapat terkontrol, terarahkan, terkendali sehingga tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan.
Untuk itu perlu adanya pengarahan. Gunanya adalah agar perubahan diri kita dapat terkontrol, terarahkan, terkendali sehingga tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan.
Pribadi yang ada di diri kita dan kita
tanam sejak lama akan kita gunakan sesuai dengan porsinya.
Maksudnya, walaupun kita telah diwarisi
ciri fisik dan kepribadian tertentu, kita tetap bisa memilih untuk
mengendalikan perilaku dan dampak yang muncul dari pribadi tersebut terhadap
orang lain disekitar kita.
Begitu pribadi tersebut dikenali, kita
bisa secara sadar memilih untuk menekan dorongan mendasar bila hal itu dianggap
tidak tepat.
Bagaimana cara mengarahkan perubahan diri?
Berikut ini beberapa tahapan untuk melakukan perubahan diri yang terarah.
Mahasiswa mengetahui dan termotivasi
untuk melakukan perubahan pribadi dengan melalui tahapan:
1.
Meningkatkan kontrol diri
Mendasarkan diri pada
kesadaran bahwa pada setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan
dirinya sesuai dengan kondisi yang dimiliki setiap manusia. Itu dapat terjadi
sebagai akibat perubahan dalam struktur kognitif yang dihasilkan oleh perubahan
struktur kognitif itu sendiri atau perubahan kebutuhan juga adanya motivasi
internal serta belajar yang efektif.
2.
Menetapkan tujuan
Dimaksudkan untuk
menjaga individu agar tetap tertuju pada proses pembelajaran, dalam arti dapat
mengetahui dan mampu secara mandiri menetapkan mengenai apa yang ingin
dipelajari dalam mencapai kesehatan mental, serta tahu akan kemana tujuan
hidupnya, cakap dalam mengambil keputusan dan mampu berpartisipasi di masyarakat
dan akan mampu mengarahkan dirinya.
3.
Pencatatan perilaku
Menguatkan perilaku
ulang kalau individu merasa bisa mengambil manfaat dari perilaku yang pernah
dilakukan sebelumnya, kemungkinan lain yang bisa menjadikan seseorang mengulang
perilaku sebelumnya karena merasa senang dengan apa yang pernah dilakukan.
4.
Menyaring anteseden perilaku
Bisa membagi perilaku
sasaran ke dalam perubahan, serta membantu individu agar lebih siap dalam
mempelajari perilaku tersebut. Pemahaman akan anteseden perilaku membantu
individu agar dapat dengan tepat memilih nilai-nilai dan merencanakan strategi.
5.
Menyusun konsekuensi yang efektif
Pemahaman dalam arti
sehat mental dapat menentukan perubahan pada individu dalam melakukan mobilitas
untuk melakukan segala sesuatu aktifitas –aktifitas yang dilakukan oleh
manusia, dalam menanggapi stimulus lingkungan, yang meliputi aktivitas motoris,
emosional,dan kognitif dalam mencapai kematangan mental.
6.
Menerapkan perencana intervensi
Membawa perubahan,
tentunya pada perubahan yang lebih baik. Dalam arti pemahaman nilai-nilai,
karakter / watak, dan cara cara berperilaku secara individual. Dalam arti kita
harus lebih memahami cara berperilaku pada kegiatan proses pembentukan watak
dan pembelajaran secara terencana.
7.
Evaluasi
Faktor yang penting
untuk mencapai kematangan pribadi, sedangkan salah satu faktor penting untuk
mengetahui keefektivan adalah evaluasi baik terhadap proses maupun hasil
pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA

kak pengaruh biologis itu maksudnya gimana, bisa tolong berikan contohnya gk?
ReplyDelete