KESEHATAN
MENTAL
DISUSUN
OLEH :
LAILATUN
NAFILLAH (15514967)
2PA06
UNIVERSITAS
GUNADARMA FAKULTAS PSIKOLOGI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI 2016
TEORI
KEPRIBADIAN SEHAT
Zaman
sekarang sehat itu bisa dikatakan mahal. Maka dari itu kita perlu menjaga diri
kita untuk terus sehat. Banyak pendapat yang menyebutkan arti tentang sehat itu
sendiri. Tetapi yang akan kita bahas adalah pendapat Abraham Maslow. Dalam
teori kepribadian sehat ada beberapa macam point yang dijabarkan tentang
pendekatan maslow terhadap kepribadian. Dimana salah satunya maslow menyelidiki
kesehatan psikologis, dimana satu-satunya orang yang dipelajari adalah orang
yang sehat.
Konsep mental menurut Abraham Maslow
·
Hierarki
kebutuhan manusia
Kita
didorong oleh kebutuhan-kebutuhan universal yang dibawa sejak lahir yang
tersusun dalam suatu tingkat dari yang paling kuat sampai yang paling lemah.
Ibarat suatu tangga, kita harus meletakkan kaki pada anak tangga pertama
sebelum berusaha mencapai anak tangga kedua, dan seterusnya, sampai kita mampu
naik pada tingkat yang paling tinggi. Dan kebutuhan-kebutuhan itu adalah :
- Kebutuhan Fisiologis. Kebutuhan fisiologis adalah
kebutuhan-kebutuhan yang jelas terhadap makanan, air, udara, tidur, seks
dan pemuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan itu sangat penting untuk
kelangsungan hidup. Dan juga kebutuhan ini merupakan yang terkuat dan
sifatnya amat penting dari semua kebutuhan.
- Kebutuhan Akan Rasa Aman. Kebutuhan-kebutuhan ini
meliputi kebutuhan-kebutuhan akan jaminan, stabilitas, ketertiban, bebas
dari ketakutan dan kecemasan. Kebutuhan akan rasa aman juga merupakan
kebutuhan untuk mendapatkan perlindungan agar dapat melangsungkan hidup
dengan baik.
- Kebutuhan Akan Memiliki Cinta
dan Kasih.
Kebutuhan ini semacam layak untuk mendapatkan rasa cinta dan kasih sayang
terhadap orang lain, baik seperti orang tua, kakak, adik, sahabat, ataupun
saudara dengan tujuan agar merasakan perasaan memiliki. Kita memuaskan
kebutuhan-kebutuhan kita akan cinta dengan membangun suatu hubungan akrab
dan penuh perhatian, dan dalam hubungan ini memberi dan menerima cinta
adalah sama pentingnya.
- Kebutuhan Akan Penghargaan. Yaitu penghargaan yang
berasal dari orang lain dan juga terhadap diri sendiri. Penghargaan yang
berasal dari orang lain (dari luar) misalnya popularitas ataupun
keberhhasilan dalam masyarakat. Ada banyak cara juga supaya orang lain bisa
menghargai kita, menurut saya apabila dengan cara yang negatif, kita bisa
saja memamerkan serta gengsi kita dengan apa yang kita miliki, seperti
mengendarai mobil mewah yang kita miliki, membeli rumah besar, dsb. Kita
tidak dapat menghargai diri kita jika kita tidak mengetahui kita apa dan
siapa.
5. Aktualisasi diri. Apabila kita telah memuaskan semua
kebutuhan diatas, maka kita didorong oleh kebutuhan yang paling tinggi, yaitu
aktualisasi diri. Aktualisasi diri dapat didefinisikan sebagai perkembangan yang
paling tinggi dan penggunaan semua bakat kita, pemenuhan semua kualitas dan
kapasitas kita. Kita harus bisa menjadi menurut potensi yang kita miliki.
Maslow menyebutkan apabila kita dapat memuaskan kebutuhan kita dari tingkat
yang rendah, kita masih merasa aman secara fisik maupun emosional, mempunyai
rasa memiliki dan juga merasa bahwa kita adalah diri yang berharga. Namun
apabila kita gagal dalam tahap aktualisasi diri ini, maka kita akan merasa
kecewa, tidak tenang dan tidak puas. Dengan begitu, kita tidak akan berada
dalam damai pada diri kita sendiri dan tidak bisa dikatakan bahwa kita sehat
secara psikologis.
·
Kepribadian
yang sehat menurut Maslow
Seperti
yang disebutkan diatas, menurut Maslow jika tingkat kebutuhan aktualisasi diri
tidak dapat terpenuhi, maka kita tidak bisa disebut sebagai manusia yang sehat
secara psikologis. Maslow juga menyebutkan bahwa orang yang sehat adalah orang
mampu mengaktualisasikan diri mereka dengan baik dan imbang, mereka juga dapat
memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi yaitu memenuhi
potensi-potensi yang mereka miliki serta mengetahui dan memahami dunia sekitar
mereka. Orang-orang yang mengaktualisasikan diri itu tidak berjuang, tetapi
mereka berusaha, Maslow menyebut teori ini dalam “metamotivation”. Ia juga
menulis “Motif yang paling tinggi ialah tidak didorong dan tidak berjuang”, itu
berarti memang orang yang mampu mengaktualisasikan diri tidak berjuang
melainkan berusaha.
Menurut Maslow, syarat untuk
mencapai aktualisasi diri adalah memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tadi tela
disebutkan, yaitu memuaskan hierarki empat kebutuhan yang ada, diantaranya yang
pertama adalah kebutuhan akan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, cinta
kasih, serta penghargaan diri. Dan kebutuhan ini harus terpenuhi sebelum timbul
kebutuhan akan aktualisasi diri.
Kita
juga tidak membutuhkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dalam waktu yang sama, akan
tetapi dapat membutuhkannya dalam waktu yang berbeda. Hanya kebutuhan yang
sangat penting yang akan dirasakan pada saat bersamaan dan dalam setiap momen
tertentu.
Selain itu kepribadian yang sehat menurut maslow adalah individu yang berhasil
mengembangkan cintanya, bukan lagi diarahkan ke dalam diri sendiri, tetapi bisa
diperluas pada orang-orang lain. Individu yang sehat melihat pertumbuhan dan
perkembangan orang lain menjadi sama pentingnya pertumbuhan dan perkembangan
diri sendiri. Maslow menempatkan rasa tanggung jawab pada orang lain melalui
hierarki kebutuhannya, terutama pada kebutuhan untuk mencintai dan dicintai
serta kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan. Maslow juga menyatakan bahwa
pertumbuhan psikologis akan menghasilkan kesehatan psikologis, sedangkan orang
yang gagal bertumbuh dengan sendirinya akan mengalami gejala patologi baik
mental maupun fisik.
Perbedaan “meta
needs” dengan “deficiency needs”
Meta needs (meta
kebutuhan) merupakan keadaan-keadaan pertumbuhan kearah mana
pengaktualisasi-pengaktualisasi-diri bergerak. Maslow juga menyebut kebutuhan
tersebut B-values, dan B-values adalah tujuan dalam dirinya sendiri dan bukan
alat untuk mencapai tujuan lain, keadaan-keadaan ada dan bukan berjuang kearah
objek tujuan yang sifatnya khusus. Apabila keadaan-keadaan ini ada sebagai
kebutuhan-kebutuhan dan untuk memuaskan atau mencapai keadaan tersebut gagal,
maka akan menyakitkan, sama seperti kegagalan untuk memuaskan beberapa
kebutuhan yang lebih rendah.
Sedangkan Deficiency needs, suatu
kekurangan kebutuhan dimana individu tak dapat memenuhi kebutuhannya, kebutuhan
yang timbul karena kekurangan. Untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan bantuan
orang lain. Deficiency need ini meliputi: kebutuhan jasmaniah,
keamanan, memiliki dan mencintai serta harga diri. Dan sifat-sifat dari
deficiency needs adalah ketiadaannya menimbulkan penyakit, keberadaannya
mencegah timbulnya penyakit, pemulihannya menyembuhkan penyakit, dalam situasi
tertentu yang sangat kompleks dan di mana orang bebas memilih, orang yang
kekurangan kebutuhan akan mengutamakan pemuasan kebutuhan ini
dibandingkan jenis kepuasan yang lain. Serta kebutuhan ini tidak aktif, lemah,
atau secara fungsional tidak terdapat pada orang yang sehat.
Ciri-ciri
“actualized people”
Ciri dari orang yang mampu
meng-aktualisasikan diri (pribadi-pribadi yang sehat) mereka adalah
sebagai berikut :
- Menerima
realitas secara tepat
Orang-orang yang sangat sehat mengamati objek-objek dan
orang-orang di dunia sekitarnya secara objektif, teliti terhadap arang lain,
mampu menemukan dengan cepat penipuan dan ketidakjujuran. Mereka bersandar
semata-mata pada keputusan dan persepsi mereka sendiri serta tidak terdapat
pandangan-pandangan yang berat sebelah atau prasangka-prasangka. Kepribadian-kepribadian
yang tidak sehat mengamati dunia menurut ukuran-ukuran subyektif mereka
sendiri, memaksa dunia untuk mencocokannya dengan bentuk ketakutan-ketakutan,
kebutuhan-kebutuhan dan nilai-nilai. Semakin objektif kita mampu menggambarkan
kenyataan, maka semakin baik kemampuan kita untuk berpikir secara logis, untuk
mencapai kesimpulan-kesimpulan yang tepat, dan pada umumnya untuk menjadi
efisien secara intelektual. Orang-orang yang mengaktualisasikan diri dapat
mengamati objek dan orang-orang didunia sekitarnya secara objektif.
Mereka tidak memandang dunia hanya sebagaimana yang mereka
inginkan atau butuhkan, tetapi mereka melihatnya sebagaimana adanya, artinya
mereka memandang dunia ini dengan nyata, apa adanya dan tidak menuntut lebih.
Sebaliknya, orang yang kepribadiannya tidak sehat, mengamati dunia menurut
ukuran-ukuran dari pandangan mereka sendiri, memaksa dunia untuk mencocokannya
dengan bentuk kebutuhan dan nilai-nilai mereka. Maslow menulis bahwa “Orang
yang neurotis secara emosional tidak sakit, tetapi secara kognitif dia salah”.
- Menerima diri dan orang lain apa adanya
Orang-orang yang mengaktualisasikan diri menerima diri
mereka. Kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan mereka tanpa keluhan atas
kesusahan. Sesungguhnya, mereka tidak terlampau banayk memikirkannya. Meskipun
individu-individu yang sangat sehat ini memiliki kelemahan–kelemahan atau
cacat-cacat, tetapi mereka tidak merasa malu atau merasa bersalah terhadap
hal-haltersebut.
Karena orang-orang sehat ini begitu menerima kodrat mereka,
maka mereka tidak harus mengubah atau memlsukan diri mereka. Mereka santai dan
puas denagn diri mereka dan penerimaan ini berlaku bagi semua tingkat
kehidupan. Sebaliknya, orang-orang neurotis dilumpuhkan oleh persaan malu atau
perasaan salah atas kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan mereka,
begitu di hantui sehingga mereka mengalihkan waktu dan energi dari hal-hal yang
lebih konstuktif.
- Bertidak
secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
Pengaktualisasian diri bertingkah laku secara terbuka dan
langsung tanpa berpura-pura.Kita dapat mengatakan bahwa orang-orang ini
bertingkah laku secara kodrati yakni sesuai dengan kodrat mereka.Dalam situasi
dimana ungkapan perasaan yang wajar dan jujur dapat menyakitkan orang lain,
atau dimana hal tersebut tidak penting, maka untuk sementara mereka mengekang
persaaan-perasaan itu. Jadi, mereka tidak sengaja menjadi tidak konvensional
atau memberontak, mereka tidak mau mencari kesenangan dalam mencemoohkan dengan
sengaja aturan-aturan dan adat-adat social. Akan tetapi dalam situasi di mana
menaruh hormat kepada kebiasaan social mengganggu apa yang dianggap penting
oleh orang-orang yang sehat, mereka tidak ragu menentang kebiasaan tersebut.
Lagi pula mereka sendiri adalah wajar dan sederhana, merasa yakin dan aman,
serta tidak konvensioanal dengan tidak bersikap agresif dan memberontak.
- Memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan
Orang yang mengaktualisasikan diri mencintai pekerjaan mereka
dan berpendapat bahwq pekerjaan itu tentu saja cocok untuk mereka. Pekerjaan
mereka adalah sesuatu yang ingin mereka lakukan; tentu, sesuatu yang harus
mereka lakukan tidak semata-mata suatu pekerjaan untuk mendapat penghasilan. Mereka
tidak melakukan pekerjaan untuk mendapatkan uang,popularitas atau kekuasaan,
tetapi karena pekerjaan itu memuaskan metakebutuhan. Menantang dan
mengembangakan kemampuan-kemempuan mereka, menyebabkan mereka bertumbuh sampai
pada tingkat potensi mereka yang paling, dan membantu merumuskan pengertian
mereka tentang diri mereka siapa dan apa.
- Memiliki
kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain.
Orang-orang yang mengaktualisasikan diri memiliki suatu
kebutuhan yang kuat untuk pemisahan dan kesunyian. Mereka tidak tergantung pada
orang-orang lain untuyk kepuasan mereka dan dengan demikian mungkin mereka
menjauhkan diri dan tidak ramah. Tingkah laku dan perasaan meeka sangatt
egosentris dan terarah kepada dir mereka sendiri.Sebaliknya, orang-orang
neuorotis biasanya snagat emosional tergantung pada orang-orang lain untuk
kepuasan dimana mereka tidak mampu menghasilkan untuk diri mereka.
- Memiliki
ruang untuk diri pribadi
Pengaktualisasian
diri untuk berfungsi secara otonom terhadap lingkungan social dan fisik. Kepribadian-kepribadian
yang sehat dapat berdiri sendiri dan tingkat otonomi mereka yang tinggi
menaklukan mereka, agak tidak mempan terhadap krisis atau kerugian.
Kemalangan-kemalangan yang dapat mengahncurkan orang-orang yang sehat mungkin
hamper tidak dirasakan oleh mereka. Mereka mempertahankan suatu ketenangan
dasar di tengah apa yang dilihat oleh orang-orang yang kurang sehat sebagai
malapetaka.
- Menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan kehidupan baru
Menghargai
pengalaman-pemgalaman tertentu bagaimanapun seringnya pengalaman itu terulang,
dengan suatu perasaan kenikmatan yang segar, perasaan terpesona dan kagum.
Suatu pandangan yang bagus atau menyegarkan terhadap dorongan setiap hari untuk
bekerja. Sebagai akibatnya, mereka merasa kurang pasti, tetapi senantiasa
berterima kasih terhadap apa yang mereka miliki dan dapat mereka alami.
- Memiliki
pengalaman-pengalaman yang memuncak
Dimana orang-orang yang mengaktualisasikan diri mengalami
ekstase, kebahagiaan, perasaan terpesona yang hebat dan meluap-luap, sama
seperti pengalaman-pengalaman keagamaan yang mendalam. Maslow menunjukan bahwa
tidak semua pengalaman puncak itu sangat kuat; dapat juga ada pengalaman-
pengalaman yang ringan. Pengalaman- pengalaman yang ringan ini kadang- kadang
dapat terjadi pada kita semua. Akan tetapi individu yang lebih sehat memiliki
pengalaman-pengalaman puncak lebih sering dari pada orang- orang biasa, dan
mungkin sering kali terjadi setiap hari.
9.
Memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat
Pengaktualisasian diri memiliki
perasaan empati dan afeksi yang sangat kuat dan dalam terhadap semua manusia,
juga suatu keinginan untuk membantu kemanusiaan.. Mereka adalah anggota dari
satu keluarga (manusia) dan memiliki suatu perasaan persaudaraan dengan setiap
anggota lain dalam keluarga. Orang- orang yang sehat mengetahui bahwa mereka
dapat mencapai hal- hal dengan lebih baik daripada orang-orang lain dan bahwa
mereka melihat dan memahamii hal- hal itu dengan lebih jelas.mereka mungkin
kerapkali merasa tertekan atau marah karena tingkah laku orang- orang lain yang
bodoh, lemah, atau kasar tetapi mereka cepat memahami dan memaafkannya.
10.
Memiliki relasi yang akrab dengan beberapa teman
Mampu mengadakan hubungan yang lebih
kuat dengan orang- orang lain daripada orang- orang yang memiliki kesehatan
jiwa yang biasa.mereka memiliki cinta yang lebih besar dan persahabatan yang
lebih dalam, dan identifikasi yang lebih sempurna dengan individu-individu
lain. Meskipun orang- orang yang akrab dengan mereka adalah kecil, namun aktualisasi
diri berbudi baik dan sabar terhadap orang- orang lain, khusunya terhadap anak-
anak.mereka membenci dan kejam terhadap orang yang kritis, congkak atau
sombong.
Cinta mereka bukan cinta yang egoistic, dimana membari cinta
sekurang- kurangnya sama pentingnya dengan menerima cinta dimana perhatian
seseorang terhadap pertumbuhan dan perkembangan orang lain adalah sebanyak
perhatian terhadap pertumbuhan diri sendiri.
- Mengarah
pada nilai-nilai demokratis
Orang
yang sehat membiarkan dan menerima semua orang tanpa memperhatkan kelas social,
tingkat pendidikan, golongan politik atau agama, ras, atau warna kulit.mereka
sangat siap mendengarkan atau belajar dari dari siapa saja yang dapat
mengajarkan sesuatu kepada mereka.
- Memiliki nilai-nilai moral yang tangguh.
Dapat
membedakan dengan jelas antara sarana dan tujuan. Bagi mereka, tujuan atau
cita- cita jauh lebih penting daripada sarana untuk mencapainya.mereka juga
sanggup membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah. Orang yang kurang
sehat kerapkali bingung atau tidak konsisten dalam hal- hal etis, terombang-
ambing, atu berganti-ganti antara benar dan salah menurut keuntungannya.
- Memiliki
rasa humor yang tinggi
Orang-orang
yang kurang sehat menertawakan 3 macam humor, humor permusuhan yang menyebabkan
seseorang merasa sakit, humor superioritas yang mengambil keuntungan dari rasa
rendah diri dari orang lain atau kelompok dan humor pemberontakan terhadap
penguasa yang berhubungan dengan suatu situasi Oedipus atau percakapan cabul.
Humor pengaktualisasi-pengaktualisasi diri bersifat filosofis, humor yang
menertawakan manusia, pada umumnya, tetapi bukan kepada seseorang yang khusus.
Humor ini kerap kali bersifat intruktif, yang dipakai langsung kepada hal yang
dituju dan juga menyimpulkan tertawa.
- Menemukan
hal-hal baru, ide-ide segar, dan kreatif
kreatifitas merupakan suatu sifat yang diharapkan seseorang
dari pengaktualisasi- pengaktualisaasi diri mereka adalah asli, inventif, dan
inovatif, meskipun tidak selalu dalam pengertian menghasilkan suatu karya seni.
Maka kreatifitas lebih merupakan suatu sikap, suatu ungkapan kesehatan
psikologis dan lebih mengenai cara bagaimana kita mengamati dan beraksi
terhadap dunia dan bukan mengenai hasil-hasil yang sudah selesai dari suatu
karya seni.
- Memiliki
integritas tinggi yang total
Pengaktualisasi – pengaktualisasi diri dapat berdiri sendiri
atau pun otonom, mampu melawan dengan baik pengaruh- pengaruh social, untuk
berpikir atau bertindak menurut cara- cara tertentu. Akan tetapi mereka tidak
terus terang menenrang kebudayaan. Daftar kualitas-kualitas pribadi yang hebat
ini mungkin tampaknya seperti suatu pernyataan yang berlebihan atau karikatur
dari kepribadian yang sangat sehat.
REFERENSI
-
Hall, C.S., Lindzey, G. (1993). Psikologi kepribadian 2; teori-teori
holistik (organismik-fenomenologis). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

No comments:
Post a Comment