KESEHATAN
MENTAL
DISUSUN
OLEH :
LAILATUN
NAFILLAH (15514967)
2PA06
UNIVERSITAS
GUNADARMA FAKULTAS PSIKOLOGI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI 2016
Teori Kepribadian Sehat
A.
Pendapat Rogers
Sehat adalah sesuatu yang sangat Mahal. Terlebih sehat
jasmani dan rohani. Sehat banyak sekali pendapatnya. Sehat karena diri sendiri
ataupun sehat secara lingkungan. Dari semua pendapat para ahli disini saya akan
bahas pendapat tentang Carl Rogers.
Rogers bekerja dengan individu-individu yang terganggu yang
mencari bantuan untuk mengubah kepribadian mereka.Untuk merawat pasien-pasien
ini (dia lebih suka menyebut mereka "klien-klien"),Rogers
mengembangkan suatu metode terapi yang menempatkan tanggung jawab utama
terhadap perubahan kepribadian terhadap klien,bukan pada ahli terapi (seperti
pada pendekatan Freud).Karena itu di sebut "terapi yang berpusat pada
klien" (client-centered therapy).Jelas, metode ini menganggap bahwa
individu yang terganggu memiliki suatu tingkat kemampuan dan kesadaran tertentu
dan mengatakan kepada kita banyak tentang pandangan Rogers mengenai kodrat
manusia.Menurut Rogers, manusia yang rasional dan sadar tidak dikontrol oleh
peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak,seperti pembiasaan akan kebersihan (toilet
training),penyapihan yang lebih cepat atau pengalaman-pengalaman seks sebelum
waktunya.Hal-hal ini tidak menghukum atau mengutuk kita untuk hidup dalam
konflik dan kecemasan yang tidak dapat kita kontrol.Masa sekarang dan bagaimana
kita memandangnya bagi kepribadian yang sehat adalah jauh lebih penting
daripada masa lampau.Rogers tetap berfokus pada apa yang terjadi dengan kita
sekarang,bukan apa yang terjadi pada waktu itu.
Inti dari teori- teori Rogers yaitu individu memiliki
kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan
menangani masalah- masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang
dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri. Rogers menerima
istilah self dari pengalaman- pengalaman realita masing- masing individu. Dalam setiap bertambahnya umur ,anak
bisa berubah sifat dan perilaku. Dan seorang ibu bisa memperhatikan
perkembangan anak, dari waktu ke waktu dan seorang ibulah yang memelihara dan
mendidiknya dan tidak di serahkan kepada baby sister.
Setiap
manusia memiliki kebutuhan basic akan kehangatan, penghargaan,
penerimaan, pengagungan, cinta, kasih, dan sayang dari orang lain. Kebutuhan
ini disebut need for positive regard, yang terbagi lagi menjadi 2 yaitu conditional positive regard
(bersyarat) dan unconditional
positive regard (tak bersyarat).
Pribadi
yang berfungsi sepeuhnya adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak
bersyarat. Mengapa? Karena ini penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai
sebagai seseorang yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.
Ø Peranan Positive regard.
Dalam hubungannya, self dan organism menimbulkan positive
regard, dimana setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan,
penghargaan, penerimaan,pengagungan, dan cinta dari orang lain. Positive regard
terbagi menjadi 2 yaitu:
a. Conditional positive regard
(bersyarat) Conditional positive regard atau penghargaan positif bersyarat
misalnya kebanyakan orang tua memuji, menghormati, dan mencintai anak dengan
bersyarat,yaitu sejauh anak itu berpikir dan bertingkah laku seperti
dikehendaki orangtua.
b. Unconditional positive regard (tak
bersyarat). Unconditional positive regard disini anak tanpa syarat apapun
dihargai dan diterima sepenuhnya.
Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya
adalah pribadi yang mengalami penghargaan positif tanpa syarat. Ini berarti dia
dihargai, dicintaikarena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia
tidak bersifatdefensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh
kepercayaan.
Ø ORANG YANG BERFUNGSI SEPENUHNYA
Rogers memberikan lima sifat orang
yang berfungsi sepenuhnya
1.
Keterbukaan
pada Pengalaman
2.
Kehidupan
Eksistensial
3.
Kepercayaan
Terhadap Organisme Orang Sendiri
4.
Perasaan
Bebas
5.
Kreativitas
Maksud dari orang yang berfungsi
sepenuhnya yaitu, orang atau manusia yang dapat menjalankan tugas, peran, dan
fungsinya dengan baik. Sehingga orang tersebut dapat mencapai kesehatan mental
yang utuh.
REFERENSI
-
Jess, J. And Gregory,J.F.2009.Teori
kepribadian. Jakarta: salemba humanika.

No comments:
Post a Comment