KESEHATAN MENTAL
Nama : Lailatun Nafillah
NPM : 15514967
Kelas : 2PA06
FAKULTAS
PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA 2014
Pengantar
Kesehatan Mental
A. Orientasi
Kesehatan Mental
Dewasa ini banyak masalah tentang Kesehatan Mental. Semua
orang pasti menginginkan kesehatan mental dalam dirinya rohani maupun jasmani.
Kesehatan mental adalah kebutuhan utama dalam kehidupan dan tubuh kita untuk
kita bisa menjalani kehidupan sehari-hari. Tapi apakah untuk memperhatikan
kesehatan mental itu sendiri kita perlu mengetahui apa itu definisi Kesehatan
Mental. Sebelumnya kita harus mengetahui arti secara umum.
Kesehatan mental adalah terhindarnya individu dari
simtom-simtom neurosis dan psikosis. Definisi ini mendapat dukungan dari
kalangan para psikiater. Kesehatan Mental dapat diartikan juga sebagai
kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri dengan orang lain dan
dengan masyarakat dimana dia hidup.
Istilah Kesehatan Mental diambil dari konsep mental hygiene.
Kata mental diambil dari Bahasa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam
bahas latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Kesehatan mental merupakan
bagian dari psikologi agama, terus berkembang dengan pesat. Hal ini tidak
terlepas dari kondisi masyarakat yang membutuhkan jawaban atas berbagai
permasalahan yang melingkupinya.
Kesehatan Mental Menurut Para Ahli :
1.
Pieper
dan Uden (2006)
Kesehatan
mental adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak mengalami perasaan bersalah
terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang relistis terhadap dirinya
sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi
masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya
serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.
2.
Alexander
Schneider
Ilmu
kesehatan mental adalah ilmu yang mengembangkan dan menerapkan seperangkat
prinsip yang praktis dan bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesejahteraan
psikologis organisme manusia dan mencegah gangguan mental serta ketidakmampuan
menyesuaikan diri.
3.
Samson,
Sin dan Hofilena
Ilmu
kesehatan mental sebagai ilmu yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara
fungsi-fungsi mental sebagai ilmu yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara
fungsi mental yang sehat dan mencegah ketidakmampuan menyesuaikan diri atau
kegiatan-kegiatan mental yang kalut.
4.
Notosoedirjo dan Latipun (2005)
Terdapat
banyak definisi dari kesehatan mental (mental hygene) yaitu:
§ Karena tidak mengalami gangguan
mental,
§ Tidak jatuh sakit akibat stessor,
§ Sesuai dengan kapasitasnya dan
selaras dengan lingkungannya,
§ Tumbuh dan berkembang secara
positif.
§ Bisa kita lihat, banyak pendapat
yang menjelaskan tentang Kesehatan Mental. Tapi pada intinya semua mengarah
pada Kondisi Tubuh Manusia. Didalam Kesehatan Mental ada beberapa orientasi
yang harus kita ketahui, yaitu :
v Orientasi
Klasik
Orientasi ini biasa digunakan dalam dunia kedokteran. pada orientasi ini individu sehat adalah individu yang tidak mempunyai keluhan tertentu, yang semuanya menimbulkan perasaan "sakit" atau perasaan "tak sehat", serta mengganggu efisiensi dan efektifitas kegiatan sehari-hari, yang mencakup fisik dan mental.
Orientasi ini biasa digunakan dalam dunia kedokteran. pada orientasi ini individu sehat adalah individu yang tidak mempunyai keluhan tertentu, yang semuanya menimbulkan perasaan "sakit" atau perasaan "tak sehat", serta mengganggu efisiensi dan efektifitas kegiatan sehari-hari, yang mencakup fisik dan mental.
v Orientasi Penyesuaian Diri
Landasan orientasi ini menyatakan bahwa manusia pada umumnya adalah makhluk yang sehat secara mental. Penetuan sehat atau sakit mental dilihat sebagai derajat kesehatan mental. Menurut orientasi ini, kesehatan mental adalah kondisi kepribadian individu secara utuh.
Landasan orientasi ini menyatakan bahwa manusia pada umumnya adalah makhluk yang sehat secara mental. Penetuan sehat atau sakit mental dilihat sebagai derajat kesehatan mental. Menurut orientasi ini, kesehatan mental adalah kondisi kepribadian individu secara utuh.
v Orientasi Pengembangan Potensi
Individu yang sehat mental adalah individu yang dapat dan mampu mengembangkan dan memamanfaatkan potensi yang ada pada dirinya untuk kegiatan yang positif - kosntruktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas dirinya, yang digunakan dalam kehidupan sehari - hari.
Individu yang sehat mental adalah individu yang dapat dan mampu mengembangkan dan memamanfaatkan potensi yang ada pada dirinya untuk kegiatan yang positif - kosntruktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas dirinya, yang digunakan dalam kehidupan sehari - hari.
B. Konsep
Sehat
Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang
hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Upaya penaggulangan dan pencegahan
gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan
termasuk kehamilan dan persalinan. Sehat sesuatu yang berguna untuk melakukan
aktivitas.
Upaya
kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan
yang dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat.
Menurut
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 1948, kesehatan
didefinisikan sebagai “keadaan lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial
dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”
Pada
1986, WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa kesehatan
adalah “sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan dari kehidupan.
Konsep-konsep
kesehatan dikembangkan berdasarkan :
v Dimensi Emosional
v Dimensi Intelektual
Memecahkan masalah dengan pikiran yang tenang, yang
dapat memecahkan masalah tersebut. Misalnya ,berhenti sejenak dan memijit pada
bagian kaki yang keseleo saat bermain futsal.
v Dimensi Fisik
Suatu kondisi tubuh yang di haruskan dengan kondisi
tubuh sehat.
v Dimensi Sosial
Seseorang dapat melakukan perannya dalam lingkup yang
lebih besar dan dapat berinteraksi dengan baik
v Dimensi Spiritual
Spiritual merupakan kehidupan kerohanian. Dengan
menyerahkan diri dengan bersujud dengan kepercayaan agama masing-masing.
Misalnya , ketika di diagnosa menderita penyakit kronis , adakalanya selalu
memohon dan meminta kesembuhan kepada Allah swt.
C.
Sejarah Pekembangan Kesehatan Mental
Dalam Kesehatan Mental pastilah
mempunyai sejarah yang membuat tercetusnya kesehatan mental dan bagaimana
perkembangan yang terjadi hingga saat ini dan bagaimana para mahluk hidup di
bumi ini menyikapi sejarah yang begitu mengagumkan.
Kesehatan menurut Freund (1991)
“suatu kondisi yang dalam keadaan baik dari suatu organisme atau bagian yang
dicirikan oleh fungsi yang normal dan tidak adanya penyakit”, juga sampai pada
kesimpulan mengenai kesehatan sebagai suatu keadaan tidak adanya penyakit
sebagai salah satu ciri kalau organisme disebut sehat. Mental hygiene disebut juga ilmu kesehatan
mental merupakan ilmu pengetahuan yang masih muda. Dulu orang berpendapat
gangguan keseimbangan mental itu disebabkan oleh gangguan roh jahat.
Kesehatan mental di cetuskan oleh
Adolf Meyer (psychiater) berdasarkan
saran Beers (mantan penderita sakit mental), membantu perkembangan gerakan
usaha kesehatan mental. Dialah yang mengemukakan istilah “Mental Hygiene”. Di amerika pada tahun 1908 terbentuk suatu
organisasi “Connectitude Society for
Mental Hygiene”. Pada tahun 1909 berdirilah “The National Committee for Mental Hygiene”. Di inggris pada tahun
1842 berdirilah organisasi “The Society
for Improving the Condition Association for the Protection of the Insane and
the Prevention of Insanity”.
Akibat perang dunia I dan II banyak
terdapat penderita “war neurosis” di
kalangan anggota militer, sehingga gerakan Mental
Hygiene makin besar usahanya mencari metode yang efisien untuk mencegah
gangguan mental serta mengadakan pembaharuan dalam metode penyembuhan. Pada
tahun 1930 Mental Hygiene mengadakan
kongres pertama di Washington D.C. tahun 1946 Presiden Amerika Serikat
menandatangani undang-undang “The
National Mental Health Act” untuk memajukan kesehatan mental rakyat
Amerika, yang menyelenggarakan program mental
hygiene antara lain:
§ WHO : Organisasi
ini memberi informasi dan penyuluhan mengenai kesehatan mental kepada anggota UNO. Mengadakan
pengawasan terhadap alkoholisme, pencegahan kriminal.
§ UNESCO
: Untuk menstimulir penukaran masalah informasi kebudayaan antar bangsa.
Didalamnya terdapat suatu departemen yang mengurusi masalah sosial
§ WFMH
: Di dirikan pada tahun 1948. Antara the internasional committee for mental hygiene dengan the british
association for mental health, merupakan kelompok non govermental health agencies membantu kesehatan di dunia.
D. Pendekatan Kesehatan Mental
v Orientasi Klasik
Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran
termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik
maupun mental. Orang yang sehat adalah orang yang tidak mempunyai keluhan
tentang keadaan fisik dan mentalnya. Sehat fisik artinya tidak ada keluhan
fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan mental.
Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini
lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang
yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat
digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri
digolongkan sebagai tidak sehat mental.
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian
sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu
hidup. Oleh karena kaitannya dengan standar norma lingkungan terutama norma
sosial dan budaya, kita tidak dapat menentukan sehat atau tidaknya mental
seseorang dari kondisi kejiwaannya semata. Ukuran sehat mental didasarkan juga
pada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Seseorang yang dalam
masyarakat tertentu digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa jadi
dianggap sangat sehat mental dalam masyarakat lain. Artinya batasan sehat atau
sakit mental bukan sesuatu yang absolut.
v Orientasi Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri merupakan dasar bagi penentuan derajat
kesehatan mental seseorang. Orang yang dapat menyesuaikan diri secara aktif dan
realistis sambil tetap mempertahankan stabilitas diri mengindikasikan adanya
kesehatan mental yang tinggi pada dirinya. Sebaliknya mereka yang tidak mampu
menyesuaikan diri secara aktif, tidak realistik dan tidak stabil dirinya
menunjukkan rendahnya kesehatan mental pada dirinya. Dengan kata lain kemampuan
penyesuaian diri merupakan variabel utama dalam kesehatan mental. Dengan
demikian dapat dipahami bahwa peningkatan derajat kesehatan mental setara
dengan peningkatan kemampuan penyesuaian diri yang aktif, realistik disertai
dengan stabilitas diri. Kemampuan penyesuaian diri idealnya dilatih dan dibina
sejak kecil
Dalam banyak literatur psikologi kesehatan, pengembangan
diri dan kemampuan penyesuaian diri merupakan salah satu indikasi dari
kepribadian yang sehat. Kita dapat melihat di antaranya dalam uraian-uraian
Gordon W. Allport, Carl Rogers, Abraham Maslow dan Viktor Frankl. Pemikiran
mereka menegaskan bahwa pribadi yang sehat selalu ditandai dengan keinginan
untuk tumbuh dan berkembang, berorientasi ke masa depan sambil tetap
realistis dan mampu melakukan inovasi bagi diri serta lingkungannya. Artinya
perbaikan kemampuan penyesuaian diri tidak hanya perlu dilakukan pada mereka
yang mengalami gangguan mental tetapi juga pada siapa saja.
v Orientasi Pengembangan Potensi
Mewujudnyatakan potensi seperti bakat, kreativitas, minat
dan lain-lain dalam diri individu. Pelepasan sumber-sumber yg tersembunyi dari
bakat, kreativitas, Energi dan dorongan (Schultz, 991). Dibutuhkan fokus yang
lebih untuk mencapai arah tujuan atau potensi diri yang lebih dikembangkan.
Pengembangan potensi ini juga dipengaruhi peranan keluarga, sekolah dan
masyarakat. Juga adanya kesempatan yang diberikan lingkungan pada individu baik
yang potensinya masih tersembunyi maupun yang sudah ditemukan.
REFERENSI
-
Semiun, Yustinus. Kesehatan Mental 1.2006.Kanisius:
Yogyakarta.

No comments:
Post a Comment