KESEHATAN MENTAL
Nama : Lailatun Nafillah
NPM : 15514967
Kelas : 2PA06
FAKULTAS
PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA 2014
A.
Aliran Psikoanalisis
1.
PSIKOANALISA
Sehat
adalah keinginan setiap individu yang hidup. Sehat merupakan sesuatu yang mahal
jika kita mengetahui apa arti atau definisi sehat itu sendiri. Sehat sangatlah
dibutuhkan. Baik sehat jasmani ataupun rohani. Sehat itu dapat diartikan tidak
dalam keadaan yang menyakitkan. Jaga kesehatan semampu diri kita. Dalam
Kesehatan Mental ada aliran Psikoanalisis dan Behavioristik.
Psikoanalisis
Freud merupakan salah satu faktor yang paling menentukan dalam mengerti
gangguan psikis berdasarkan pendekatan psikologis. Penemuan Freud yang paling
fundamental ialah peranan dinamis ketidaksadaran dalam hidup psikis manusia.
Dalam dunia psikoanalisis dokter yang mempraktekkan psikoanalitis masih sedikit
sekali. Hanya ada beberapa yang telah membuka pintu untuk psikoanalisis.
Psikoanalisis
merupakan suatu bentuk model kepribadian. Teori ini sendriri pertama kali
diperkenalkan oleh Sigmun Freud (1856-1938). Freud mengembangkan teorinya tentang struktur
kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya yaitu
perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan
dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam
perilaku dan pikiran. Psikoanalisis mempunyai metode untuk membongkar gangguan
– gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara lain dengan metode
analisis mimpi dan metode asosiasi bebas. Teori Psikologi Freud didasari pada
keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat
dinamis yaitu Id, Ego dan Super Ego dengan Id merupakan bagian palung primitif
dalam kepribadian, Ego merupakan bagian “eksekutif” dari kepribadian, ia
berfungsi secara rasional berdasakan prinsip kenyataan. Berusaha memenuhi
kebutuhan Id secara realistis,yaitu dimana Ego berfungsi untuk menyaring
dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan dan Super
Ego merupakan gambaran internalisasi nilai moral masyarakat yang diajarkan
orang tua dan lingkungan seseorang. Pada dasarnya Super Ego merupakan hati
nurani seseorang dimana berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau
salah. Karena itu Super Ego berorientasi pada kesempurnaan.
Dalam
Teori Psikoanalisa freud mengemukakan bahwa manusia itu di pengaruhi dan
dimotivasi oleh dorongan alam sadar dan alam tidak sadar serta alam bawah
sadar.
Ada
tokoh psikoanalisis yang memberikan pendapat tentang pembahasan ini :
§ Sigmun
Freud
Freud
berkebangsaan Austria, lahir 6 Mei 1856 di Pribor. Sejak kecil Freud sudah
menunjukkan kecerdasan yang luar biasa. Ia belajar kedokteran dan memilih
spesialisasi di bidang neurologis. Dalam prakteknya sebagai ahli syaraf inilah
Freud banyak mengembangkan ide dan teorinya mengenai teknik terapi
psikoanalisa. Ada dua orang yang berpengaruh besar bagi pemikiran Freud, yaitu
Breuer, seorang psikiater terkenal di Wina dan Charcot, dokter syaraf terkenal
di Perancis. Bersama-sama dengan Breuer, Freud menangani pasien-pasien dengan
gangguan histeria yang menjadi bahan bagi tulisannya, Studies in Histeria. Dari
Charcot ia banyak belajar mengenai teknik hipnosis dalam menangani pasien
histeria karena Charcot mengembangkan teknik hipnose. Freud meninggalkan teknik
hipnose ini karena sulit diterapkan dan mengembangkan teknik menggali
ketidaksadaran lewat kesadaran, seperti free association. Pada dekade awal abad
20, psikoanalisa semakin populer dan tulisan-tulisan Freud semakin berpengaruh.
Ia juga memiliki banyak pengikut atau murid yang terkenal, antara lain Adler
dan Jung. Mulai terbentuk forum-forum diskusi rutin antar ahli psikoanalisa
dimana mereka dapat mendiskusikan konsep-konsep psikoanalisa.
B. Aliran
Behavioristik
2.
BEHAVIORISTIK
Kepribadian Sehat Behavioristik
Aliran
behaviorisme memperlakukan manusia sebagai mesin, yaitu di dalam suatu system
kompleks yang bertigkah laku menurut cara-cara yang sesuai dengan hukum. Dalam pandangan
kaum behavioris, individu digambarkan sebagai suatu organisme yang bersifat
baik, teratur, dan ditentukan sebelumnya, dengan banyak spontanitas,
kegembiraan hidup, berkreativitas, seperti alat pengatur panas. Jadi, manusia
dilihat oleh para behavioris sebagai orang-orang yang memberikan respons secara
pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar dan manusia di anggap tidak memiliki
diri sendiri.
Behaviorisme
juga disebut psikologi S – R (stimulus dan respon). Behaviorisme menolak bahwa
pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras bahwa psokologi memiliki
batas pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang
yang dapat diamati. Teori Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh
John B. Watson (1879-1958)
Teori
behavioristik adalah proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan
kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku dan semua bentuk tingkah
laku manusia. Pavlov, Skinner, dan Watson dalam berbagai eksperimen mencoba
menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku. Semua
tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak dikehendaki, menurut mereka,
diperoleh melalui belajar dari lingkungan.
Aliran behaviorisme mempunyai 3
ciri penting:
§ Menekankan
pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
§ Menekankan
pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari.
Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
§ Memfokuskan
pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara
perilaku manusia dan perilaku binatang.
REFERENSI
-
Bertens, K. 2005.Psikoanalisis Sigmund Freud.Gramedia Pustaka Utama:Jakarta.

No comments:
Post a Comment